Djan menyatakan dirinya tetap membuka pintu bagi Lulung untuk kembali bergabung. Namun, penerimaan Lulung kembali ke PPP hasil Muktamar Jakarta, harus dilakukan sebelum Pilkada DKI putaran kedua selesai.
"Sekarang minta maafnya, bukan nanti. Karena partai membutuhkan dia (Lulung) sekarang," ujar Djan.
Lihat juga:Lulung: Saya Tak Bisa Dipecat dari Partai |
"Tidak ada pengaruh. Kami tetap bergerak untuk mendapat suara bagi Ahok-Djarot," ujar Djan di Jakarta, Jumat (17/3).
Lebih lanjut, Djan mengatakan, dukungan terhadap Ahok-Djarot merupakan kesepakatan rapat DPP PPP hasil Muktamar Jakarta se-Indonesia. Para pengurus, kata dia, sepakat mendukung Ahok-Djarot karena mau menandatangani kontrak politik untuk membuat kebijakan yang mendukung umat Islam.
"Dalam rapat itu DPP sepakat dukung Ahok dari non Muslim karena programnya pro umat Islam," ujarnya.