Para penolak kedatangan Djarot itu membawa spanduk bertuliskan 'kami warga Kelurahan Lontar menolak kedatangan paslon dua atau penista agama'.
Rini, salah satu warga yang menolak Djarot, mengatakan warga setempat tidak mengetahui rencana pengajian itu. "Ketua RT 06 tidak dapat informasi acara tersebut. Yang datang ke pengajian itu bukan orang sini," ujarnya.
"Saya enggak setuju agama saya dihina. Itu pengajian cuma kedok. Baru kali ini ada pengajian, biasanya enggak ada acara begini," ujar Hajijah.
Ketua panitia pengajian itu, Ita Rahmawati, mengatakan Ahad malam kemarin sekelompok orang yang tak dia kenal datang ke rumahnya. Orang-orang itu, kata Ita, menyatakan menolak kedatangan Djarot ke Kramat Lontar.
"Semalam sekitar jam 12 ada kelompok orang yang datang ke sini, menolak Pak Djarot datang ke acara pengajian," tuturnya.
Lihat juga:Habis Ahok, Terbitlah Djarot |
"Kehadiran Pak Djarot ini dadakan. Warga sini enggak ada yang menolak, malah membludak, yang datang lebih dari 600 orang," kata Ani.
Meski diiringi penolakan, Djarot tetap mengikuti pengajian Majelis Ta'lim Annisa hingga selesai. Penolakan sekelompok warga tidak membatalkan acara tersebut.