Calon gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan mengatakan, pihaknya telah menawarkan program serupa untuk lansia sebelum Ahok-Djarot menggagas program KJL.
Langkah Ahok-Djarot meniru programnya, menurut Anies, merupakan salah satu pengakuan bahwa tawaran programnya bagus untuk diterapkan.
Program Anies bagi para lansia di Jakarta adalah memberikan jaminan hari tua berupa bantuan uang tunai per bulan, layanan kesehatan, dan transportasi gratis. Bantuan tunai akan diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan.
Program ini menyasar warga kalangan strata ekonomi lemah yang berusia di atas 60 tahun. Anies mengatakan, tunjangan per bulan itu untuk membantu meringankan biaya hidup sebagai hal mendasar yang harus dipenuhi para lansia.
Sementara itu, program KJL Ahok menjanjikan dana Rp600 ribu tiap bulan kepada orang tua yang berhak mendapatkannya.
KJL disebut hanya akan diberikan terhadap orang tua miskin yang anak atau cucunya tidak sanggup membiayai kebutuhan hidup. Adapun dana operasional program KJL murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ahok menyatakan pernah menjalankan program serupa KJL. Hanya saja, program tersebut tidak menggunakan dana APBD melainkan menggunakan dana operasional atau bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Integrasi Transportasi
Selain KJL, program Ahok-Djarot lain yang disebut meniru tawaran program milik pasangan nomor urut tiga adalah integrasi antara Transjakarta dengan angkutan milik Koperasi Wahana Kalpika yang baru diluncurkan hari ini oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
"Ya warga Jakarta bisa menilai siapa yang pernah bicara integrasi duluan siapa yang tidak, bedanya memang kami masih menjadi calon dan ini sebenarnya bukti bahwa idenya bagus dan langsung dilaksanakan," ujarnya.