"Kami dari pengurus DPC dan DPW PPP memohon maaf sebesar-besarnya atas penundaan deklarasi, berhubung karena beberapa hal diantaranya ada acara teknis yang kami tidak bisa hindari," kata Ketua DPC PPP Jakarta Utara Muhammad Yunus di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Minggu (26/3).
Yunus mengklaim, dukungan yang diberikan sudah sesuai dengan sikap yang ditunjukan pengurus pusat. Untuk itu, dia berjanji akan menjadwal ulang acara deklarasi untuk Ahok-Djarot.
"Kami susah ada kesepahaman dengan DPP (dukungan ke Ahok-Djarot). Selanjutnya kami akan jadwalkan ulang acara ini," katanya.
Lihat juga:PAN Izin PDIP Sebelum Dukung Anies-Sandi |
Sementara itu, secara terpisah Ahok yang tengah menghadiri perayaan ulang tahun Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono berterimakasih atas dukungan yang diberikan DPW PPP DKI Jakarta.
"Ya saya terimakasih, senang, Pak Aziz (Ketua DPW PPP DKI), itu kan memang teman. Dari dulu, di DPRD DKI tidak pernah macam-macam. Baik hubungannya," ujar Ahok di rumah Agung Laksono, Jakarta Timur.
"Saya tahu dia tidak punya pasukan, saya tahu dia tidak punya alim ulama, tapi saya ingin menarik dia, menunjukan kepada umat Islam bahwa PPP itu satu. Jangan satu di kanan, satu di kiri, ya kan. Kan nggak elok," kata Djan.
Hanya saja, Djan mengkritik deklarasi yang diselenggarakan di sebuah hotel tersebut. Dia meminta jika ada deklarasi agar dilakukan di kampung-kampung.
Seperti yang diketahui, PPP Djan Faridz sejak putaran pertama mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Sementara itu, PPP kubu Romi mendukung pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, bersama Poros Cikeas. Namun Agus-Sylvi kandas pada putaran pertama lalu.