"Tapi, saya ingin ingatkan pada semua, apa sih sumber ini semua? Pernyataan-pernyataan tak perlu dari pak Basuki. Ini bukan barang baru berbeda agama dalam Pilkada, yang problem (masalah) adalah provakasi yang tak henti. Kita tahu peristiwa di Kepulauan Seribu yang menghasilkan ini semua," kata Anies.
Proses hukum itu seperti tidak dilihat oleh masyarakat lantaran isu SARA terus berkembang. Diketahui belakangan ada sejumlah spanduk yang menyatakan menolak menyalatkan pendukung pasangan calon nomor urut dua.
Anies mewajarkan ancaman seperti itu muncul di tengah putaran kedua Pilkada DKI. Pasalnya, Ahok terus mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu dan menjadi provokasi.
"Setelah itu masih ada rekaman (yang memperlihatkan Ahok berbicara mengenai) wi fi dengan nama Al Maidah, kata sandinya kafir. Gak perlu," kata Anies.
Anies melanjutkan, "Minggu lalu, bahkan (Ahok mengatakan) surga tak lagi dibawah telapak kaki ibu tapi ditentukan nomor pilihan. Ini pejabat publik, ini gubernur, calon gubernur, memunculkan pernyataan yang gak perlu."
Dalam kesempatan yang sama, Ahok membantah pernyataan yang disampaikan Anies. Ia merasa dituduh sebagai sumber provokasi.
"Saya kira, bukan gara-gara saya, (tapi) terus diangkat seolah-olah gara-gara saya. Saya bilang peristiwa ini sudah saya alami sejak di Belitung Timur kok. Saya sudah biasa hadapi orang kalau program gak jelas pasti main di agama," pungkas Ahok.