Timses Ahok-Djarot Nilai Ketua KPU DKI Tak Independen

Sisilia Claudea Novitasari    , CNN Indonesia | Rabu, 05/04/2017 05:42 WIB
Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menduga jika Ketua KPU DKI tidak independen karena bertemu Al Khaththath tiga hari sebelum aksi 313. Ketua KPU DKI (kiri) mengaku bertemu dengan Al-Khaththath sebelum aksi 313. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menyebut Ketua KPU DKI Sumarno tidak independen. Ungkapan dilontarkan karena Sumarno dianggap tidak mempunyai sensitivitas ketika menentukan akan bertemu dengan siapa dan untuk kepentingan apa.

"Memang perlu dipertanyakan apakah sebenarnya ketua KPU ini juga mendukung pasangan calon tertentu atau gimana? Kan begitu pertanyaannya kalau dia memang tidak sensitif," kata juru bicara Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (4/4).

Hal itu disampaikan oleh Toni menanggapi pertemuan Ketua KPU DKI Sumarno dengan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islan (FUI) Muhammad Al Khaththath tiga hari sebelum Aksi 313 pada 28 Maret lalu.


Kenetralan KPU, kata Toni menjadi penting dalam proses penegakkan sebuah demokrasi terutama ketika masa Pilkada seperti saat ini. Sehingga, pertemuan tersebut semestinya bisa ditunda hingga Pilkada selesai jika memang tidak memiliki kaitan dengan pasangan calon manapun.

"Ya kalau dia (Sumarno) mau googling dikit kan dia tahu Al-Khaththath gimana, FUI gimana, apa pandangannya terhadap demokrasi, apa pandangannya terhadap Ahok, siapa yang dia dukung, kan kelihatan itu," ujar Toni.

"Mungkin agak lagi males aja kali dia ya untuk googling. Atau pura-pura enggak tahu," tambahnya.

Toni juga menyinggung soal profile picture di Whatsapp Sumarno yang diganti dengan foto aksi 212. Karena itu justru semakin mengindikasikan bahwa Sumarno tidak independen dan tidak memiliki sensitivitas sebagai Ketua KPU DKI.

"Kan dia (Sumarno) tahu 212 itu adalah aksi yang memojokkan Ahok sebagai salah satu kandidat, meminta agar Ahok supaya dipenjarakan," kata Toni.

Menurut Toni, sebagai ketua KPU DKI, Sumarno seharusnya sudah mengetahui peta semacam itu. Sehingga, ia berharap di sisa waktu masa kampanye Pilkada ini, baik ketua KPU DKI maupun anggotanya bisa lebih profesional dan independen dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Sumarno menegaskan jika pertemuan dirinya dengan Al-Khaththath tidak memiliki kaitan dengan pasangan calon manapun.

"Istilahnya gini, pintu KPU terbuka untuk siapa pun dan juga lembaga, pokoknya kelompok-kelompok masyarakat. Siapa pun, kami terima sepanjang mereka hanya menyampaikan hal-hal aspirasi mereka," ujarnya.

Menurut Sumarno, dalam pertemuan tersebut Al-Khaththath hanya menanyakan soal ketentuan pemilih untuk putaran kedua, termasuk soal DPT.

Ia juga menjelaskan tetap bertemu dengan Al Khaththath, meskipun tanggal 28 Maret itu juga bertepatan dengan hari libur nasional merayakan Hari Raya Nyepi. Hal ini dilakukannya karena KPU DKI tidak mengenal hari libur dan selalu terbuka untuk menerima seluruh masyarakat yang ingin datang ke KPU DKI.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK