Ketua GP Ansor Abdul Aziz mengatakan pihaknya juga sudah melakukan sinergi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan saat pemungutan suara nanti. Meskipun demikian, ia menambahkan tetap membutuhkan dukungan dari warga dan semua jajaran GP Ansor.
Laporan itu disampaikan langsung oleh GP Ansor Jakarta saat menerima kedatangan Ahok sapaan Basuki dan Djarot di markas GP Ansor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).
"Kami siap kawal masyarakat yang mendapat intimidasi karena memilih paslon dua, yang dianggap kafir. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) siap mengawal," kata Abdul.
"Sebanyak 21 posko di Jakarta Selatan, 16 posko di Jakarta Timur, dan 10 posko di Jakarta Utara," kata Abdul.
Ia berharap dengan adanya posko yang dibuat oleh GP Ansor, Pilkada DKI Jakarta bisa berjalan dengan aman, damai, sejuk, dan tidak boleh ada intimidasi satu sama lain.
"Berikan betul hak untuk menentukan pilihan tidak boleh ada yang menakuti. Kami berharap sahabat Ansor DKI Jakarta sama-sama membangun sinergi, menciptakan pilkada yang damai dan jangan terprovokasi," kata Djarot.