Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, berkata video kampanye itu sengaja dihilangkan untuk diganti dengan versi lain. Nantinya tim pemenangan Ahok-Djarot akan memasang kembali video kampanye yang berdurasi 30 detik.
"Video itu mau diganti dengan versi 30 detik sesuai dengan yang TVC (TV Commercial) yang diminta KPU supaya seragam," kata Toni kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/4).
"Tidak berkaitan (dengan kontroversi video), hanya soal teknis saja. TVC itu sudah dimasukkan ke KPU sekitar minggu lalu," tuturnya.
Video kampanye Ahok yang berdurasi dua menit itu telah menimbulkan pro dan kontra terutama di dunia maya. Banyak kritik ditujukan pada video tersebut.
Video kampanye Ahok itu dibuka dengan adegan kerusuhan sentimen etnis dengan gambaran kerusuhan yang mengingatkan kembali pada tragedi 1998, era kejatuhan rezim Soeharto.
Nuansa yang menggambarkan kerusuhan 1998 itu dirasakan betul oleh Djarot, yang suaranya dijadikan pengiring video.
"Saya sudah nonton dan itu memang foto, jadi kok kita ingat tahun '97-'98," ujar Djarot di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (10/4).