Ketua panitia Tamasya Al-Maidah Ansufri Sambo enggan memaparkan daftar undangan forum yang akan ia selenggarakan awal pekan ini. Ketika ditemui Ahad kemarin, ia hanya berkata, pertemuan tersebut akan menjadi wadah pernyataan sikap kelompoknya.
"Kami undang seluruh tokoh ormas dan tokoh islam. Kami menyatakan sikap bahwa pada 19 April kami akan datang," kata Ansufri.
Kepentingan di balik tamasya itu, klaim Ansufri, murni untuk mewujudkan nilai yang terkandung dalam Surat Al-Maidah ayat 51.
Namun belakangan Ansufri tetap mengkaitkan rencana itu dengan sikap anti-calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama. Ia menyatakan, orang yang tidak beriman tidak boleh memimpin Jakarta.
Sebagian besar dari massa tersebut adalah peserta aksi 212 jilid satu pada 2 Desember 2016 yang lalu. Dia pun menargetkan jumlah peserta aksi kali ini akan melebihi jumlah peserta pada 212 jilid satu tersebut.
Namun satu hal yang ditekankan oleh Ansufri adalah aksi tamasya Al-Maidah tidak akan berlangsung rusuh. Dia memastikan gelaran akan berjalan damai seperti aksi 212 jilid satu.
"Jadi tanggal 19 kita tetap jalan, tetap damai, tetap tertib karena ini akan mengawal umat Islam," ujarnya.