Menurut Hasto, target tersebut dipastikan mengantar jagoannya memenangkan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
"Kami tetap optimis untuk mencapai target sekurang-kurangnya 52,4 persen," ujar Hasto di TPS 027, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).
Lihat juga:Ahok Tinggalkan Simbol Kemeja Kotak-kotak |
Survei dilakukan dengan mewawancara tatap muka 761 responden di DKI Jakarta pada periode 8-13 April 2017.
Namun Hasto menilai, pihaknya telah menerapkan strategi terbaik dan bekerjasama dengan partai-partai pengusung dan relawan untuk Ahok-Djarot.
Selain itu, Hasto mengklaim, optimisme itu juga didukung oleh survei yang dilakukan secara internal oleh lembaga-lembaga yang telah dipilih. Dalam survei itu, tren Ahok-Djarot disebut terus meningkat dari pesaingnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Ada survei yang memang dirancang sebagai alat pemenangan survei yang kami lakukan secara internal dengan metodologi terpercaya. Survei itu menunjukkan tren Pak Basuki dan Pak Djarot terus meningkat, sementara tren dari pasangan lain cenderung menurun," tuturnya.
Diketahui, pada putaran pertama 15 Februari lalu, pasangan Ahok-Djarot mengantongi 2.364.577 suara atau 42,99 persen. Sementara, pasangan nomor urut tiga mendapatkan 2.197.333 suara atau 39,95 persen suara pemilih.
Ikuti perkembangan Pilkada DKI di sini