Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo mengatakan, sebagai besar dari mereka berasal dari Blitar, Jakarta Timur.
"Ada 350 orang, ada tiga bus kami pulangkan supaya tidak menjadi pemicu persoalan keamanan," kata Andry kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/4).
Untuk di wilayah Jakarta Timur, massa menurut Andry tak hanya dikerahkan di TPS, tapi juga di masjid dan perkampungan warga.
Pergerakan massa ini menurut Andry patut dicegah karena berpotensi pada benturan antarpendukung pasangan calon.
Polisi menurut Andry memfasilitasi pemulangan mereka. Upaya persuasif juga dilakukan agar tidak terjadi kericuhan.
"Ada polisi dan TNI yang siap mneyelenggarakan pengamanan secara baik. Jadi orang bukan dari Jakarta jangan ikut campur biar orang Jakarta mengurus dirinya mereka sendiri hari ini," kata Andry.