Anies mengungkapkan, dirinya dan Ahok hanya membahas dua hal singkat selama kurang lebih 20 menit. Pasalnya, Ahok harus segera mengikuti sidang kasus dugaan penodaaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta. Dalam pertemuan itu Anies juga sempat menyinggung soal hitungan cepat yang memenangkan dirinya bersama Sandiaga Uno.
"Sama-sama kami melihat hasil, tapi masih menunggu putusan KPU. Kami bicara program-program yang disiapkan dan konsolidasi untuk tetap menjaga persatuan masyarakat. Cuma dua itu singkat sebelum beliau sidang," ujar Anies usai melakukan pertemuan.
Pertemuan ini atas ajakan Ahok, setelah pengusaha Erwin Aksa, keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga tim sukses Anies meneleponnya.
Dalam percakapan telepon Ahok dengan Erwin yang didengar awak media, Ahok mengajak bertemu Anies di Balai Kota. Erwin, sebelumnya ingin mengajak Ahok bertemu Rabu (19/4) malam.
"(Yang telepon) Pak Erwin Aksa, orangnya Pak Anies. Malam ini Pak Anies mau ke rumah. Cuma saya bilang saya mau keliling ke ketum-ketum partai, takutnya nggak tau sampai jam berapa," kata Ahok di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Kamis (19/4).
Ahok mengaku sengaja ingin mengajak Anies bertemu masyarakat yang bertandang ke Balai Kota. Ahok menyebut hal itu bertujuan agar Anies mengetahui bagaimana aktivitasnya menerima keluhan warga Ibu Kota setiap pagi.
"Saya tawarin mau nggak besok pagi ketemu masyarakat setengah delapan (pagi), jadi Pak Anies juga ikut. Supaya bisa liat gimana ketemu orang," ujarnya.
Berdasarkan hasil perhitungan cepat beberapa lembaga survei, pasangan Anies-Sandiaga Uno unggul dibandingkan Ahok-Djarot Syaiful.