Rencana itu disampaikan menyusul pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan yang menyebut Sandi sempat direncanakan berpasangan dengan Chairul Tanjung dan Yusril Ihza Mahendra. Zulkifli juga menyebut Jusuf Kalla ikut mengintervensi keputusan partai agar memasangkan Anies-Sandi.
"Jadi (tanggal) 21 sampai 23 September (2017) masa-masa yang sangat krusial. Saya akan tulis buku itu di waktu yang tepat karena yang mengalami secara konkret itu saya," kata Sandi di Posko Melawai, Rabu (3/5).
Sandi enggan mengomentari lebih banyak pernyataan Zulkfili lantaran bahasan tersebut dia anggap sebagai politik tingkat tinggi. Saat ini ia lebih memprioritaskan pembangunan Jakarta di bawah kepemimpinannya.
"Jadi nanti supaya meluruskan, saya akan tulis buku. Tapi jangan sekarang karena kami akan fokus di bagaimana rekonsiliasi ini bisa terbangun," kata Sandi.
Ketua MPR Zulkifli Hasan sebelumnya mengatakan saat Pilkada akan berlangsung, belum ada partai yang berminat mengusung Anies Baswedan. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur, tawaran itu disanggupi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto asal Sandi diusung sebagai calon wakil gubernur.
"Nah saya tahu kalau Pak Prabowo, Pak SBY ketemu mesti ada jaminan 5 tahun selesai, kira-kira itu pak isinya sehingga tak jadi ketemu. Sudah putus AHY, di sini ya sudah Sandi sama Mardani," kata Zulkifli seperti dikutip detikcom saat memberikan keynote speech dalam seminar nasional kebangsaan Gerakan Muballigh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Zulkifli melanjutkan, "Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak Jusuf Kalla (JK). Saya kan suka terus terang Pak JK boleh nggak ngaku, saya dengar kok telponnya. Pak JK yang meyakinkan sehingga berubahlah."