Angel tengah bersantai di sebuah kafe di Jakarta Selatan pada jam makan siang. Ia menyeruput iced latte sambil sesekali menggulir TikTok di ponsel.

“Belakangan aku sering lihat konten soal perawatan kulit di TikTok,” katanya sambil menunjukkan layar ponselnya.

Perempuan 22 tahun ini kemudian memperlihatkan sebuah video dari akun TikTok-nya. Dalam video, seorang perempuan mengoleskan losion dalam jumlah banyak ke tangan sampai lengannya.

Video tersebut menunjukkan foto perbandingan before-after kulit tangan yang perbedaannya sangat signifikan, dan ini diklaim hanya terjadi dalam 14 hari.

“Aku sering lihat yang kayak begini lewat di FYP. Ada aja produk skincare yang bisa kasih instant glow up gitu. Justru serem enggak, sih?” kata fresh graduate yang kini bekerja di perusahaan swasta di Jakarta.

Angel mengaku pernah beberapa kali membeli produk kecantikan dengan janji ‘muluk’ yang memberikan hasil cepat. Entah itu cepat cerah, flek hitam cepat pudar, hingga jerawat hilang tak bersisa. Nyatanya, semua produk itu tak memberikan hasil sesuai janji.

“Aku pernah breakout (berjerawat) parah dan yang bikin sembuh itu bukan acne patch yang lucu-lucu itu, tapi karena aku rajin bersihin muka dan pakai sunscreen tiap hari. Sesimpel itu ternyata,” tutur Angel.

Dari pengalaman itu, Angel menyadari kalau urusan perawatan kulit tidak bisa instan. Butuh konsistensi dan kesabaran hingga hasilnya bisa terlihat. Ia juga memahami bahwa merawat kulit tidak cukup hanya dari luar, tetapi perlu diimbangi dari dalam. Selama tahu apa yang dibutuhkan oleh kulitnya, ia tak lagi punya masalah kulit.

“Sekarang aku lebih selektif. Untuk skincare, yang penting aku menghindari produk yang mengandung SLS, alkohol, sama fragrance. Kalau dari dalam, aku rutin konsumsi vitamin C, E, sama kolagen. Menurutku itu lebih ngefek di kulit dan perubahannya lebih terlihat,” kata Angel yakin.

Apa yang dilakukan Angel ini mencerminkan perubahan tren perawatan kulit saat ini. Hal ini dikenal sebagai tren skin longevity yang mulai banyak diminati orang, terutama kaum hawa sejak awal tahun ini.

Skin longevity merupakan pendekatan perawatan kulit yang menekankan kesehatan jangka panjang, dengan tujuan menjaga sel-sel kulit tetap sehat dan memperlambat penuaan.

Karena fokusnya pada memperbaiki sel kulit, produk yang bersifat regeneratif jadi lebih diminati. Dalam hal ini, antioksidan seperti vitamin C, kemudian bahan regeneratif seperti retinol dan peptida, hingga nutrisi lainnya yang bisa menstimulasi kolagen, menjadi inti dalam tren skin longevity.

Tren ini mencerminkan pergeseran dari pendekatan anti-aging yang bersifat agresif menuju pendekatan lebih positif dan proaktif. Fokusnya pada memperkuat elastisitas kulit dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, bukan melawannya.

Tak hanya Angel, pandangan serupa juga dirasakan oleh Nura. Meski tak benar-benar mengikuti tren kecantikan terkini, ia meyakini bahwa perawatan kulit bersifat jangka panjang dan perlu didukung dari dalam.

“Dua tahun terakhir ini saya konsisten menjaga asupan makan dan menjalani intermittent fasting. Awalnya untuk menurunkan berat badan, tapi lama-lama kulit juga terlihat lebih sehat,” ujar perempuan 39 tahun itu.

Tak ingin upayanya sia-sia, Nura kemudian menambahkan suplementasi kolagen untuk menunjang kesehatan kulitnya. Sejak saat itu, ia mengaku kondisi kulitnya lebih bersih.

“Iya, buat saya suplementasi cukup ngaruh. Saya pilih kolagen yang sudah ada kandungan vitamin C-nya karena katanya bantu penyerapan lebih optimal. Saya merasa kulit jadi enggak sekusam dulu dan lebih konsisten,” kata Nura.

Ada dua hal yang jadi perhatian Angel dan Nura, yaitu kesehatan kulit jangka panjang dan bantuan asupan dari dalam. Dua hal ini mengacu pada satu aspek penting dalam menjaga elastisitas kulit, yakni kolagen.

Seberapa penting kolagen bagi kesehatan kulit dan bagaimana cara agar kita bisa mendorong tubuh untuk terus memproduksinya?

Proses Produksi Kolagen dalam Tubuh

Tubuh manusia sebenarnya memproduksi kolagen secara alami. Namun seiring bertambahnya usia, tingkat produksi terus menurun.

Komposisi kolagen sekitar 30 persen dari total protein tubuh dan memiliki peran regenerasi jaringan. Protein ini menjadi bahan pembangun utama jaringan kulit, otot, tulang, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya di tubuh.

Namun memasuki usia 25 tahun, produksinya terus menurun dari tahun ke tahun. Menurut sebuah reviu ilmiah di jurnal Plastic and Aesthetic Research (2021), pada usia tersebut fibroblas menjadi kurang aktif dan produksi kolagen menurun sekitar 1-1,5 persen per tahun.

Adapun fibroblas merupakan sel jaringan ikat yang memproduksi kolagen dan elastin. Sel ini sebagian besar ditemukan di dermis, alias jaringan kulit di bawah epidermis. Selain terjadi secara alami, penurunan produksi kolagen juga bisa diperparah oleh pilihan gaya hidup tertentu, misalnya merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurang olahraga, hingga kurang tidur.

Faktor eksternal seperti paparan sinar matahari dan polusi juga membuat tubuh jadi kurang efisien mengeliminasi radikal bebas sehingga bisa menambah kerusakan kulit. Itulah mengapa penting untuk mendukung produksi kolagen sejak awal usia 20-an melalui asupan nutrisi tambahan. Memang, kolagen bisa didapatkan dari banyak sumber makanan, terutama pada bahan makanan hewani.

Namun kini tak sedikit pula kolagen yang bisa dikonsumsi dalam dosis tertentu melalui nutricosmetic, yakni suplemen yang dikonsumsi untuk membantu kesehatan dan kecantikan dari dalam tubuh.

Sudah banyak pula studi yang membuktikan efek minum collagen setiap hari. Dalam sebuah penelitian meta-analisis yang diterbitkan di International Journal of Dermatology (2021), konsumsi suplemen kolagen menunjukkan hasil positif.

Para peserta melaporkan peningkatan pada kekencangan, kelembutan, dan kadar kelembapan kulit. Kerutan pun tampak berkurang. Berdasarkan hasil penelitian, konsumsi suplemen kolagen selama 90 hari atau sekitar 3 bulan dinilai efektif untuk membantu mengurangi tanda-tanda penuaan kulit.

Akan tetapi, tak semua jenis kolagen bisa diserap secara utuh oleh tubuh. Tubuh kita harus memprosesnya terlebih dahulu dengan memecahnya menjadi zat lain. Belum lagi ada nutrisi lain yang dibutuhkan sebagai “bahan bakar” pembentuk kolagen.

Agar bisa masuk ke aliran darah, kolagen yang kita konsumsi harus dipecah terlebih dahulu menjadi peptida agar dapat diserap melalui usus.

Peptida itu sendiri merupakan rantai pendek asam amino yang bertindak sebagai bahan penyusun protein, seperti kolagen, elastin, dan keratin. Nah, peptida ini kemudian dapat dipecah lebih lanjut menjadi blok pembangun yang membentuk keratin.

Keratin dapat membantu membentuk kulit, rambut, dan kuku. Selain itu, peptida dapat membentuk kolagen yang kemudian disimpan di bagian tubuh lain.

Saat dikonsumsi, peptida tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk ke berbagai tempat fibroblas berada.

Peptida tersebut kemudian dapat merangsang fibroblas untuk memproduksi lebih banyak kolagen, elastin, hingga asam hialuronat. Alhasil, terjadi peremajaan kulit dan jaringan lainnya.

Mekanisme ini menjadi kunci keberhasilan produksi kolagen yang dilaporkan dalam berbagai studi klinis setelah penggunaan suplemen kolagen dalam jangka panjang.

Lalu, asam amino apa saja dibutuhkan untuk membentuk kolagen? Tiga asam amino tersebut, yaitu prolin, glisin, dan hidroksiprolin.

Asam amino ini bisa didapatkan dari sumber makanan kaya protein, seperti daging merah dan ikan. Selain itu, tubuh juga membutuhkan vitamin C, zinc, tembaga, dan mangan dalam jumlah yang tepat untuk membentuk kolagen.

Namun berkat kemajuan teknologi, ketiga asam amino yang terangkai dalam tripeptida ini dapat dikonsumsi secara praktis melalui suplemen atau minuman berkolagen (collagen drink).

Collagen tripeptide (CTP) merupakan kolagen dalam bentuk yang paling ringkas dengan ukuran molekul kurang dari 500 Daltons. Tak hanya sebagai bahan baku pembentuk kolagen, tripeptida ini juga menjadi sinyal biologis.

Fibroblas memahami CTP sebagai kode pesan. Ketika bertemu dengan fibroblas, tripeptida ini memberi sinyal untuk memproduksi kolagen baru.

Adapun CTP tidak mengirim sinyal ke fibroblas untuk menambah stok kolagen, tetapi membangun kembali matriks kulit. Efeknya, kulit terasa lebih kenyal karena sintesis kolagen dan elastin meningkat pada kultur sel.

Berbeda dengan kolagen biasa yang memiliki rantai lebih panjang, CTP dengan rantai kecilnya yang sudah siap pakai bisa bergerak cepat memulai proses regenerasi dan mengaktifkan sistem perbaikan tubuh.

Bentuk kolagen tradisional rata-rata berukuran 300.000 Da yang harus dipecah terlebih dahulu oleh tubuh menjadi peptida-peptida kecil. Di sisi lain, CTP yang molekulnya kurang dari 500 Da, bisa langsung terserap tanpa proses pemecahan panjang. Kehadirannya langsung terdeteksi di darah sekitar 30-60 menit setelah dikonsumsi.

Selain mudah diserap, suplemen dengan collagen tripeptide juga terbukti dapat memperbaiki tampilan kulit. Dalam penelitian di Journal of Food and Nutrition Research (2021), Lee Hae-kwang dkk. menemukan collagen tripeptide efektif mengurangi kerutan dan kelembapan kulit.

Berdasarkan penelitian ini, konsumsi collagen tripeptide selama sekitar 3 bulan dapat membantu mengurangi kerutan di sekitar mata dan meningkatkan kelembapan kulit. Hal ini terutama bila didukung kebiasaan baik, seperti memakai sunscreen, cukup tidur, dan tidak terlalu sering memakai makeup berat.

Namun suplemen kolagen, sekalipun dalam bentuk tripeptida yang mudah diserap, tak bisa bekerja sendiri. Perlu nutrisi lain seperti vitamin C dan zinc untuk pembentukan kolagen yang lebih optimal.

Vitamin C berperan membantu sintesis kolagen. Ia bekerja sebagai kofaktor atau “pembantu kerja” untuk enzim prolyl hydroxylase dan lysyl hydroxylase. Enzim-enzim ini membantu mengubah bagian tertentu dari protein kolagen, yaitu proline dan lysine, melalui proses yang disebut hidroksilasi.

Secara sederhana, hidroksilasi adalah proses kimia yang membuat kolagen bisa terbentuk dengan struktur yang kuat dan stabil. Mengapa proses ini penting? Kolagen yang baik harus berbentuk seperti tiga tali yang saling melilit, disebut triple helix.

Bayangkan kita sedang membuat tali tambang. Kalau pilinannya rapi dan kuat, talinya kokoh. Sebaliknya, jika pilinannya lemah, talinya mudah rusak.

Nah, vitamin C membantu kolagen membentuk “pilinan” yang kuat ini. Jika tubuh kekurangan vitamin C, tentu proses hidroksilasi tidak berjalan baik. Akibatnya, kolagen menjadi tidak stabil, serat kolagen tidak kuat, dan jaringan tubuh lebih mudah rusak.

Selain membantu proses hidroksilasi, vitamin C juga membantu menjaga kestabilan mRNA kolagen dan membantu fibroblas berkembang lebih cepat.

Selain vitamin C, zinc juga mendukung enzim yang berperan dalam pembentukan kolagen. Mineral ini membantu proses cross-linking, yaitu proses “mengikat” serat-serat kolagen agar menjadi lebih kuat dan stabil. Jika asupan zinc kurang, produksi kolagen juga bisa menurun.

Jadi, collagen tripeptide, vitamin C, dan zinc dapat dikatakan sebagai kombinasi sempurna untuk menjaga kesehatan kulit. Namun tak semua produk suplemen maupun collagen drink mengandung ketiganya sekaligus.

Untungnya, ada Sido Muncul C+Collagen yang memiliki semua nutrisi ini untuk mendorong produksi kolagen. Minuman collagen bubuk ini mengandung collagen tripeptide hingga 500 mg, vitamin C 1.000 mg, dan zinc 10 mg per sasetnya.

Tak hanya itu, minuman bubuk yang praktis ini juga memiliki beragam hal lain yang dibutuhkan jika ingin mempertahankan kecantikan alami kulit dalam jangka panjang.

C+Collagen Jadi Kunci Perawatan Kulit Jangka Panjang

Kini, makin banyak konsumen produk kecantikan yang menyadari, punya kulit kenyal, sehat, dan glowing (bersinar) tidak cukup hanya mengandalkan perawatan dari luar. Kesehatan kulit juga perlu didukung dari dalam melalui asupan nutrisi yang membantu proses regenerasi sel agar menjaga kelembapan, serta mempertahankan elastisitas kulit.

Dalam hal ini, kolagen bisa dibilang sebagai pemain inti. Apalagi bagi yang ingin menjalankan prinsip skin longevity, kebutuhan kolagen dalam jangka panjang perlu terus dipenuhi. Namun, asupan kolagen tak serta-merta langsung menyuplai kebutuhan kolagen di dalam tubuh.

Bentuk collagen tripeptide memang bisa mempercepat penyerapan kolagen di dalam tubuh. Namun tubuh tetap membutuhkan dukungan vitamin dan mineral tertentu agar proses pembentukan kolagen berlangsung lebih optimal.

Salah satu nutrisi yang berperan penting adalah vitamin C, yang membantu sintesis kolagen. Selain itu, zinc juga dibutuhkan untuk mendukung kesehatan kulit.

Tidak hanya vitamin C dan zinc, kulit juga memerlukan dukungan nutrisi lain secara menyeluruh, seperti vitamin D3, E, B3, B6, dan B12. Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan kulit dari berbagai aspek, mulai dari perlindungan terhadap stres oksidatif, dukungan metabolisme tubuh, hingga pemeliharaan daya tahan tubuh.

Di sinilah Sido Muncul C+Collagen hadir sebagai pilihan praktis bagi konsumen yang ingin mulai menerapkan prinsip skin longevity dalam keseharian.

Sido Muncul C+Collagen merupakan minuman collagen terbaik dalam format effervescent dengan kandungan vitamin C 1000 mg, collagen tripeptide 500 mg, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya. Hadir dengan rasa strawberry lemonade, produk ini dirancang tidak hanya untuk membantu menjaga kesehatan kulit, tetapi juga mendukung daya tahan tubuh.

Kandungan collagen tripeptide menjadi salah satu nilai utama produk ini. Bentuk kolagen ini lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan beberapa bentuk kolagen lainnya.

Dengan konsumsi rutin yang diimbangi gaya hidup sehat, collagen drink untuk kulit seperti C+Collagen dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Kandungan kolagen di dalamnya juga dipercaya mendukung tampilan kulit yang lebih sehat, kenyal, dan bercahaya, sehingga cocok dijadikan sebagai asupan collagen untuk kulit glowing yang terawat dalam jangka panjang.

Nilai plusnya, kita bisa menjaga sistem kekebalan tubuh dengan C+Collagen. Berbagai vitamin dan mineral di dalam minuman ini tidak hanya membantu produksi kolagen dan menjaga kesehatan kulit, tetapi juga menjaga tubuh dari berbagai penyakit.

Dari sisi bentuk produk, C+Collagen hadir sebagai bubuk effervescent dalam kemasan saset. Setiap saset berisi 4 gram bubuk minuman yang dapat diseduh dengan 200 ml air dingin.

Ini membuat C+Collagen mudah dikonsumsi kapan saja, baik di pagi hari sebelum beraktivitas, setelah berpanas-panasan, maupun sebagai minuman pendamping setelah olahraga.

Kepraktisan ini menjadi keunggulan tersendiri. Tidak semua orang nyaman mengonsumsi suplemen dalam bentuk pil, kapsul, atau tablet. Bagi sebagian orang, bentuk minuman terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah dijadikan kebiasaan harian.

Apalagi, C+Collagen tidak perlu diseduh dengan air panas, sehingga lebih fleksibel untuk dibawa dan dikonsumsi di kantor, saat bepergian, atau setelah berolahraga.

“Aku minum setiap pagi sebelum ngantor, biar segar. Bikinnya cepat. Kadang aku juga masukin aja ke tumbler, apalagi kalau pas jadwalnya lari tiap weekend,” ujar Angel menggambarkan kepraktisan C+Collagen dalam kesehariannya.

Selain praktis, C+Collagen juga sugar free. Meski bebas gula, rasa C+Collagen tetap menarik. Perpaduan rasa strawberry lemonade membuat minuman ini terasa segar dan nyaman dikonsumsi secara rutin.

Angel mengenal C+Collagen sejak akhir 2025 melalui TikTok. Ketertarikannya berawal dari sosok Syifa Hadju yang ia lihat sebagai brand ambassador produk tersebut. Namun, keputusan untuk mencoba bukan didorong oleh faktor popularitas, melainkan kandungan produk itu sendiri.

“Awalnya tertarik lihat di TikTok karena Syifa Hadju, sih. Tapi setelah cari tahu lebih lanjut soal C+Collagen, kayaknya sesuai sama yang aku butuhin,” tutur Angel.

Angel mengaku dirinya kesulitan minum obat atau suplemen dalam bentuk pil, kapsul, tablet, dan sejenisnya. Baginya, C+Collagen jadi solusi karena berbentuk serbuk minuman effervescent. Ditambah lagi, minuman ini sudah dilengkapi vitamin dan mineral lain.

“Ada tambahan vitamin C, D3, E, sama zinc, itu yang bikin aku memutuskan untuk beli, sih. Buat aku vitamin-vitamin ini termasuk yang penting buat kulit. Nilai plusnya, bisa bantu daya tahan tubuh sama sugar free juga,” ujar Angel.

Jika Angel menyoroti kandungan nutrisi, Nura memiliki pertimbangan yang sedikit berbeda. Sebagai pekerja agensi sekaligus ibu satu anak, ia mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan riset mendalam untuk menemukan minuman kolagen terbaik. Oleh karena itu, reputasi merek menjadi faktor penting dalam keputusannya.

“Soalnya sudah melekat banget sih, ya, di otak saya, kalau setiap produk Sido Muncul itu dibuatnya berdasarkan riset mendalam. Saya juga enggak perlu pusing ngecek sana-sini, sudah pasti terdaftar di BPOM,” tutur Nura yang baru mengonsumsi C+Collagen dalam tiga bulan terakhir.

Bagi Nura, memilih produk dari merek yang sudah dikenal luas memberikan rasa aman tersendiri. Ia cenderung mencari produk yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki jaminan kualitas dan keamanan. Dalam kesehariannya, Nura biasa membawa C+Collagen di dalam tas untuk dikonsumsi di kantor setelah makan siang.

“Kalau soal rasa sih, enak ya. Tadinya saya pikir agak hambar gitu karena di kemasannya bilang sugar free, tapi ternyata enak, kok,” ucap Nura.

Baik Angel maupun Nura sepakat, merawat kulit tidak dapat dilakukan hanya dengan satu cara. Konsumsi C+Collagen mereka padukan dengan kebiasaan sehat lain.

“Tapi perawatan kulit itu menurut aku harus menyeluruh, sih. Selain olahraga, aku sendiri mulai bangun habit minum air lebih banyak dan tidur at least tujuh jam per hari,” ucap Angel.

Pandangan serupa juga disampaikan Nura. Ia mulai lebih serius mempersiapkan diri menghadapi perubahan tubuh.

“Olahraga lebih rutin, makan juga lebih dijaga. Tantangannya, ya memang susah bagi waktunya sama pekerjaan aja,” kata Nura.

Pendekatan menyeluruh ini membuat perawatan kulit menjadi lebih optimal dan bukannya hasil keajaiban semalam. Sebab, bagaimana pun tubuh membutuhkan waktu untuk merespons asupan nutrisi secara bertahap.

Lantas, minum collagen berapa lama dan kapan hasilnya dapat terlihat? Butuh setidaknya 14 hari hingga merasakan perubahan awal dari minuman kolagen. Dengan catatan, suplemen ini dikonsumsi rutin setiap hari.

Pada 14 hari pertama atau dua minggu, tubuh akan masuk ke fase adaptasi dengan mulai mengisi kembali cadangan kolagen yang mulai berkurang karena faktor usia, polusi, atau kelelahan.

Pada minggu pertama, tubuh masuk ke fase hidrasi. Kulit mulai terasa lebih lembap, kenyal, dan tidak mudah kering meski berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.

Kemudian pada minggu kedua, asupan kolagen mulai mendukung elastisitas kulit. Tekstur kulit mulai terasa lebih halus saat disentuh. Ini menjadi cikal bakal kolagen bekerja membuat kulit jadi lebih bersinar.

Manfaat collagen untuk kulit ini didukung pula oleh penelitian Chunyue Zhang dkk. di American Journal of Biomedical Science & Research (April 2024). Suplemen kolagen tripeptida meningkatkan berbagai parameter kulit secara signifikan dalam 14 dan 28 hari. Kulit mengalami peningkatan hidrasi dan terasa lebih kencang serta elastis.

Meski perubahan mulai terasa dalam dua minggu pertama, suplementasi perlu dilanjut dalam jangka panjang. Hal ini karena regenerasi sel kulit dan peningkatan elastisitas yang lebih signifikan butuh waktu 8-12 minggu.

Pergantian sel kulit manusia biasa terjadi dalam siklus 28 hari. Jadi, dampak dari konsumsi kolagen butuh waktu lebih lama untuk terlihat di permukaan secara permanen.

Cerita Angel dan Nura menunjukkan bahwa merawat kulit bukan tentang hasil instan, melainkan konsistensi membangun kebiasaan sehat. Dalam rutinitasnya, mereka memasukkan Sido Muncul C+Collagen sebagai pelengkap untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan tubuh dari dalam, tentu dengan cara yang praktis dan menyenangkan.

C+Collagen, Pendatang Baru yang ‘Bersinar’

Sejak diluncurkan di e-commerce pada November 2025, Sido Muncul C+Collagen menunjukkan performa yang menonjol di tengah persaingan produk berkategori suplemen kecantikan.

Dalam waktu relatif singkat, produk ini berhasil mencatatkan capaian penting, termasuk menjadi produk dengan market share tertinggi kedua di TikTok Shop untuk kategori Beauty Supplement.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran C+Collagen tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga berhasil membangun momentum kuat di ranah digital.

Selama periode launching, Sido Muncul C+Collagen memperoleh 4.511 earned affiliators, mencatat 3,2 juta produk terjual di e-commerce, serta menghasilkan lebih dari 10.000 earned content dan livestream.

Angka-angka ini memperlihatkan bagaimana produk baru dari Sido Muncul tersebut mampu menciptakan percakapan luas, baik melalui konten organik, rekomendasi kreator, maupun aktivitas penjualan langsung secara digital.

Tidak berhenti pada performa penjualan, C+Collagen juga berhasil memperkuat visibilitas merek di platform pencarian dan media sosial. Dalam kurun waktu satu bulan, produk ini telah mampu menguasai sejumlah kata kunci relevan di Google dan TikTok melalui strategi konten lintas kanal.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi komunikasi yang relevan dengan tren kecantikan masa kini. Saat ini, konsumen makin memahami bahwa kulit sehat dan bercahaya tidak hanya bergantung pada skincare dari luar, tetapi juga pada kebiasaan merawat tubuh dari dalam.

Pesan inilah yang kemudian diperkuat melalui Syifa Hadju, public figure sekaligus brand ambassador Sido Muncul C+Collagen. Pesonanya tampak makin segar, sehat, dan bercahaya.

Bagi Syifa, menjaga penampilan bukan semata-mata tentang terlihat menarik di depan kamera. Lebih dari itu, merawat diri merupakan bagian dari caranya menghargai diri dan menjaga rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dari cara pandang tersebut, terlihat bahwa “cahaya” yang terpancar dari Syifa bukan hanya soal tampilan luar. Cahaya yang sesungguhnya juga berkaitan dengan bagaimana seseorang merasa nyaman, sehat, dan percaya diri dengan dirinya sendiri.

“Menurut aku menjaga penampilan tuh penting. Bagi aku menjaga penampilan selain karena tuntutan pekerjaan, juga karena untuk gimana aku ngerasa percaya diri sama diri aku sendiri,” ucap Syifa.

Menariknya, kulit sehat dan bercahaya yang terlihat pada Syifa bukanlah sesuatu yang muncul secara instan. Transformasi tersebut merupakan hasil dari rutinitas yang dijaga secara konsisten.

Kulit yang tampak sehat umumnya lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari, mulai dari menjaga pola hidup, cukup beristirahat, memperhatikan asupan nutrisi, hingga memilih produk pendukung yang sesuai kebutuhan.

Aura kulit sehat tersebut juga mencerminkan pendekatan perawatan yang lebih menyeluruh, yaitu menjaga kesehatan dari dalam. Pendekatan ini makin relevan dengan tren skin longevity, yang menekankan pentingnya merawat kulit secara berkelanjutan.

Kehadiran Sido Muncul C+Collagen pun disambut antusias oleh Syifa. Ia melihat produk ini sebagai pilihan praktis untuk membantu memenuhi asupan vitamin C dan kolagen di tengah padatnya aktivitas harian.

“Aku tahu betapa pentingnya kolagen buat kita, khususnya perempuan. Jadi makanya pas aku tahu kalau Sido Muncul mengeluarkan C+Collagen, aku percaya juga sama Sido Muncul yang sudah berpuluh-puluh tahun. Jadi ya aku udah mulai mengonsumsi collagen juga,” kata Syifa.

Sebagai merek yang telah lama hadir di tengah masyarakat Indonesia, Sido Muncul memiliki modal reputasi kuat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi C+Collagen sebagai produk baru di kategori suplemen kecantikan.

Selain dari sisi kandungan dan reputasi merek, pengalaman konsumsi juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Produk suplemen yang dikonsumsi harian perlu terasa nyaman, praktis, dan menyenangkan agar lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas.

“Aku suka banget, rasanya tuh strawberry lemonade. C+Collagen fresh banget, bener-bener enggak ada rasa amisnya sama sekali. Pokoknya kayak apa ya, kayak lagi minum jus buah aja,” ujarnya.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa kolagen bukanlah hasil keajaiban semalam. Tubuh membutuhkan waktu untuk merespons asupan nutrisi secara bertahap.

Pada fase awal konsumsi, misalnya dalam satu hingga minggu pertama, sebagian orang mungkin mulai merasakan kulit terasa lebih terhidrasi atau lebih nyaman. Namun, untuk perubahan yang lebih terlihat, seperti peningkatan elastisitas dan tekstur kulit, konsumsi rutin biasanya perlu dilakukan dalam jangka waktu lebih panjang.

Oleh karena itu, konsumsi kolagen sebaiknya dilakukan secara rutin dan dibarengi dengan pola hidup sehat, bukan hanya sesekali saat kulit terasa kusam atau kering.

Pada akhirnya, merawat kulit adalah soal kebiasaan yang dilakukan dan apa yang dikonsumsi setiap hari.

Dengan format effervescent yang praktis, rasa yang segar, kandungan bebas gula, serta kandungan vitamin dan mineral esensial yang lengkap, Sido Muncul C+Collagen menawarkan cara yang lebih mudah untuk menjadikan perawatan kulit dari dalam sebagai kebiasaan harian.

Ramaikan Ajang ForYouBeauty TikTok 2026

Upaya mengedukasi anak muda tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit dari dalam juga dilakukan Sido Muncul C+Collagen lewat kehadirannya di ajang TikTok ForYouBeauty (FYB) 2026 di Senayan City, Jakarta, pada 12-14 Juni lalu.

Menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, Sido Muncul C+Collagen mengajak pengunjung mengenal pentingnya merawat kulit dari dalam sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan secara sederhana dalam keseharian.

Di booth Sido Muncul C+Collagen, pengunjung tidak hanya dapat mencoba minuman kolagen ini secara langsung, tetapi juga mengikuti sejumlah aktivitas menarik seperti mirror selfie dan Two Weeks Challenge.

Tantangan tersebut dirancang untuk mendorong peserta mulai membiasakan perawatan kulit dari dalam selama dua minggu sebagai langkah awal membangun rutinitas yang lebih konsisten.

Antusiasme pengunjung pun terlihat sepanjang acara, mulai dari mencicipi minuman C+Collagen yang menyegarkan, mengikuti Two Weeks Challenge, hingga mencari tahu lebih jauh tentang pentingnya merawat kulit dari dalam di tengah aktivitas perkotaan yang padat, paparan sinar matahari, dan polusi udara.

Banyak dari pengunjung setuju bahwa menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dilakukan dari luar, tetapi juga perlu didukung asupan nutrisi yang tepat.

Selain menjadi sarana memperkenalkan produk, kehadiran C+Collagen di FYB 2026 juga menjadi ruang interaksi yang lebih dekat dengan anak muda yang akrab dengan tren kecantikan, wellness, dan perawatan diri. Melalui pendekatan yang ringan dan interaktif, pengunjung diajak memahami bahwa menjaga kesehatan kulit dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin.

Liputan ini merupakan bagian kerja sama antara CNN Indonesia dan Sido Muncul