Keadaan tersebut diungkapkan oleh Mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam peluncurkan buku yang berjudul “Bhayangkara di Bumi Cenderawasih” di Jakarta, KTito amis (28/8).
Tito, yang kini menjabat sebagai Asisten Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan Polri, mengakui pada masa 22 bulan kepemimpinannya di Kepolisian Daerah Papua Baginya, memerhatikan aspek sipil dan politik menjadi dua hal terpenting saat dirinya bertugas di Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Masyarakat pra pertanian adalah yang paling sulit dihadapi karena masih primitif dan masih menjunjung adat kesukuan,” ujar Tito. Dia menjelaskan, anggotanya sering terpicu emosi saat melakukan tugas dikarenakan banyaknya kelompok sipil yang membawa senjata tajam dengan bebas. “Keberadaan kelompok sipil yang membawa senjata itu kadang menguji kesabaran polisi,” sebutnya.
“Saya ingin memberikan pelajaran kepada pembaca dari pengalaman yang kami alami di sana, Maka dari itu saya hanya memberikan satu kasus yang sukses, sedangkan sembilan sisanya gagal," ujar Tito.