"Harus ada bentuk tanggung jawab penjelasan dari Kemenkumham. Jika tidak, bukan tidak mungkin akan muncul kecurigaan publik bahwa ini ada interest politik, ada indikasi mafia peradilan," peneliti ICW, Emerson Yuntho, saat mendatangi Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Senin (22/9).
Kedatangan Emerson ke gedung Kemenkumham merupakan bentuk protes terhadap upaya PB Anggodo. Dia juga meminta kejelasan tentang alasan di balik remisi panjang yang dianggapnya sangat fantastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah mendapat remisi panjang sebanyak 24 bulan dan 10 hari, Anggodo yang telah mendekam sejak 14 Januari 2010, dianggap ICW belum memenuhi syarat 2/3 masa tahanan untuk memenuhi PB itu sendiri. Dia menilai, Anggodo tetap harus memenuhi masa tahanan enam hingga tujuh tahun untuk memenuhi syarat 2/3 masa tahanan.
Tidak hanya itu, ICW juga mempertanyakan kredibilitas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Handoyo yang tidak bisa tegas mengambil sikap dalam polemik PB Anggodo. Meski pernah menyandang jabatan di KPK, Emerson menilai Handoyo telah kehilangan nyali untuk bersikap tegas.
"Dirjen Pas harusnya punya komitmen serius dalam hal pemberantasan korupsi. Kalau Dirjen Pas mengalami tekanan, lebih baik mundur. Daripada dia terganggu atau dianggap tidak punya komitmen memberantas korupsi," tuding Emerson.
Anggodo mendapatkan remisi panjang karena sakit akut yang dideritanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter Sony Wicaksono dari RS Pusat Jantung Harapan Kita, Jakarta, Anggodo didiagnosa menderita Angina Equivocal, DM type 2. Sementara berdasarkan keterangan dari ahli neurologi FKUI, dokter Teguh AS Ranakusuma, adik dari Anggoro Widjaja itu didagnosa mengalami Dizzines, Cervical Spur, HNP Lumbal dan TB dengan infeksi sekunder paru-paru.
Kini, dengan kondisi penyakit yang mengancam jiwa, Anggodo mendapat rekomendasi Pembebasan Bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sampai saat ini masih melakukan penelitian terhadap penyakit Anggodo untuk kemudian memutuskan apakah Anggodo layak mendapatkan PB atau tidak.