Atut, yang datang mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, kembali menginjakkan kakinya di Gedung KPK untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi alat kesehatan Provinsi Banten, pada Senin (6/10). KPK menetapkan Atut sebagai tersangka setelah adanya dugaan Atut memaksa agar mendapat komisi dari pengadaan alat kesehata di Banten.
Sebelumnya, pada Senin (22/9) lalu, KPK telah memanggil anak sulung Atut, Andika Hazrumy, terkait kasus yang sama. Kala itu, Andika dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi Atut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat perintah penyidikan atas nama Wawan dan Atut ditandatangani pimpinan KPK sejak 6 Januari 2014. Atut dan Wawan disangka telah melakukan penggelembungan dana pengadaan Alkes, dengan nilai proyek Rp 9,3 miliar.
Kasus koruspi Alkes ini merupakan kasus kedua yang harus dihadapi Atut, setelah terbukti menyuap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Atut melakukan suap bersama sang adik, Wawan, dalam rangka pemenangan sengketa pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten.