"Barang bukti sabu yang disita tersebut senilai Rp 143 miliar, dan dengan penangkapan ini diperkirakan 7 juta jiwa selamat dari jerat narkoba," ujar Kapolri Jenderal Sutarman dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/10).
Barang bukti sabu yang disita tersebut senilai Rp 143 miliar, dan dengan penangkapan ini diperkirakan 7 juta jiwa selamat dari jerat narkobaKapolri Jenderal Sutarman |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari setelahnya, polisi menangkap LTY dengan barang bukti sabu seberat 25 kilogram di Kamar 7011 Hotel Horiston, Penjaringan, Jakarta Utara. Selanjutnya ditangkap lagi Chau Fai Chuen (CFC) berkewarganegaraan Tiongkok di lobi Hotel Fave, Pluit. "CFC menjelaskan barang bukti sabu disimpan di Apartemen Green Bay Pluit," kata Kapolri.
"Karena kirimannya sudah sampai, warga negara Hong Kong berinisial FKH (Fan Koon Hung) datang ke Indonesia dan langsung menuju Budi Asih 2. Polisi menangkap FKH saat membuka kiriman paket berisi sabu," ujar Kapolri.
Selain barang bukit sabu, dari pengungkapan tersebut polisi berhasil menangkap empat tersangka yang terdiri dari dua warga negara Tiongkok, satu warga Hong Kong, dan satu warga Indonesia, serta sembilan unit telepon genggam. Keempat tersangka dijerat Pasal 114 juncto Pasal 132 subsider Pasal 113 subsider Pasal 112 jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika. "Ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling sedikit enam tahun, dengan denda maksimal Rp 10 miliar" katanya.