"Dana untuk relokasi pengungsi tiga desa yang hancur akibat letusan Sinabung belum turun hingga kini dari pusat," kata Subur menjelaskan.
Dia mengatakan dana yang dibutuhkan untuk membangun rumah untuk 379 kepala keluarga mencapai Rp 400 miliar. Ratusan warga tersebut berasal dari desa Sukameriah kecamatan Payung serta desa Simacam dan desa Bakerah dari Kecamatan Naman Teran yang mengungsi akibat letusan gunung Sinabung pada September 2013. Kondisi desa tersebut, kata Subur, hancur dan sudah tidak memungkinkan untuk ditempati lagi dan berada dalam kawasan zona merah yang rentan letusan Sinabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subur mengatakan pengungsi dari tiga desa yang hancur akibat letusan Gunung Sinabung untuk sementara masih tinggal di rumah penduduk. Oleh Pemerintah Kabupaten Karo mereka juga disewakan lahan berladang dengan nilai sewa sebesar Rp 2 juta per tahun. Pemerintah, ujarnya, berencana merelokasi pengungsi dari desa tersebut ke kawasan hutan produksi di Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.
"Target kami akhir 2015 rumah siap ditempati," katanya.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Karo telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, BNPB juga sudah mengucurkan dana sebesar Rp 23 miliar, yang kemudian dikelola oleh BPBD Karo untuk penanganan bencana Gunung Sinabung.