PROFIL MENTERI

Ryamizard: Lingkaran Megawati di Istana

Anggi Kusumadewi, Hafidz Mukti Ahmad, CNN Indonesia | Minggu, 26/10/2014 18:40 WIB
Ryamizard: Lingkaran Megawati di Istana Ryamizard Ryacudu dipercaya Jokowi menjadi Menteri Pertahanan. (detikfoto/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Sosok militer, pemikir, demokratis, penjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dia pernah jadi Kepala Staf TNI AD dan saya minta menjaga pertahanan kita," kata Presiden Joko Widodo di Istana, Minggu (26/10), ketika memperkenalkan Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan.

Ryamizard sepekan ini bolak-balik antara Istana Negara dan kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Hari Selasa (21/10) dia terlihat di Istana, Kamis (23/10) dan Jumat (24/10) di rumah Mega.

“Kehadiran Pak Ryamizard merupakan hal biasa,” kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang sehari-hari berada di rumah Mega untuk membantu sang ketua umum.

Ryamizard sejak lama dekat dengan keluarga Megawati. Ia sempat disebut-sebut dipertimbangkan menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi di awal mantan wali kota Solo itu hendak diusung PDIP menjadi calon presiden.

Ryamizard merupakan menantu mantan wakil presiden Jenderal (Purnawirawan) Try Sutrisno. Ia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat di era pemerintahan Megawati. Ayah Ryamizard, Mayjen TNI Musanif Ryacudu, adalah salah satu perwira tinggi TNI AD yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.

Karier militer Ryamizard menanjak setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya. Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950 itu dikenal sebagai jenderal yang lurus dan tegas.

Nama alumni pendidikan militer Akabri Darat tahun 1973 itu mulai dikenal luas saat ia menjadi salah satu komandan Kontingen Garuda XII di Kamboja pada 1990-an. Saat itu ia masih berpangkat kolonel. Dari Kamboja, Ryamizard menjadi Komandan Brigade Infanteri 17 Kostrad, lalu Aspos Kasdam VII/Wirabuana, Kepala Staf Divif 2/Kostrad, Kasdam II/Sriwijaya, Pangdif 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Panglima Kodam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999-2000), Pangkostrad (Agustus 2000-2002).

Kemampuan Ryamizard merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU pada Juli 2001, menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD. Berikutnya, Ryamizard ditunjuk mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.

"Sosok militer pemikir, demokratis, penjaga NKRI. Pernah jadi kepala staf AD dan saya minta menjaga pertahanan kita," kata Joko Widodo di Istana Negara, Minggu (26/10).

Pada pembekalan relawan Jokowi-JK di Surabaya, Jawa Timur, Juli lalu, Ryamizard mengatakan mendukung Jokowi sebagai presiden karena percaya pada Megawati, sosok yang menunjuk langsung Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP.

“Kebetulan ayahanda ibu Mega (Soekarno) dekat dengan orangtua saya juga,” kata Ryamizard.

Loyalitas Ryamizard, selain pengalamannya di dunia militer, tentu menjadi alasan yang membuatnya terpilih menjadi Menteri Pertahanan kabinet Jokowi.