Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menjadi satu-satunya orang Bali yang duduk di kabinet Presiden Joko Widodo. Presiden menetapkannya jadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
Puspayoga adalah Wakil Gubernur Provinsi Bali periode 2008-2013. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Denpasar periode 1999-2000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puspayoga dan pasangannya kemudian menggugat kekalahan itu ke Mahkamah Konstitusi. Selisih suara mereka memang tipis, hanya 996 suara dari total 2.126.472 suara sah. Apa lacur, MK tetap memenangkan Pastika.
Ayahnya, Cok Sayoga, adalah pentolan PDI Bali di era 1980-an. Kepada media, Puspayoga mengakui memang dekat dengan Megawati Soekarnoputri dan almarhum Taufik Kiemas. Dia kerap jadi penjemput kedatangan Mega di Bali.
Dan julukan Mega untuk Puspayoga adalah "Anak Kandung PDIP". Julukan ini dicetuskan Mega saat Puspayoga bertarung di pemilihan gubernur Bali tahun 2013.
Dalam kontestasi itu pulalah nama Puspayoga dan Jokowi pernah mencuat saat kampanye pemilihan gubernur Bali, Mei 2013. Saat itu Jokowi yang menjadi juru kampanye bagi Puspayoga disemprit Panitia Pengawas Pemilu Bali karena dianggap belum dapat izin untuk berkampanye.