Indonesia Corruption Watch dalam siaran persnya yang diterima CNN Indonesia Senin malam dengan tegas menolak calon Jaksa Agung dari partai politik. Para aktivis antikorupsi ini lebih spesifik menyebutkan penolakannya terhadap politisi Partai Nasdem dan anggota DPR RI periode 2014-2019, HM Prasetyo, menjadi jaksa agung.
"HM Prasetyo saat ini digadang-gadang sebagai kandidat kuat jaksa agung. Diduga kuat ia masuk bursa lantaran endorsment partai,” kata Koordinator Badan Pekerja ICW, Ade Irawan, di Jakarta. (baca juga: Kejaksaan Agung Minta Jokowi Segera Umumkan Kabinet)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"
Terlebih lagi, saat ini dia sudah menjadi politisi, maka konflik kepentingan dengan partai akan sangat kentaraAde Irawan, Koordinator Badan Pekerja ICW |
Sebenarnya, HM Prasetyo pernah menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) pada 2006. Sejumlah nama calon jaksa agung mengemuka, antara lain, Marwan Effendy (mantan Jaksa Agung Muda Pengawasan, M Yusuf (Ketua PPATK), dan R Widyo Pramono (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus). Saat ini, Kejaksaan Agung dipimpin oleh Andhi Nirwanto, Wakil Jaksa Agung yang merangkat jabatan sebagai orang nomor satu di sana.
Sebelumnya, Andhi dan korps kejaksaan meminta Joko Widodo untuk segera memberikan kepastian ihwal pos jabatan Jaksa Agung. Andhi berkilah kalau dirinya tak nyaman dengan posisi rangkap jabatan, mengingat banyak keputusan penting yang harus dibuat dan diteken jaksa agung. (Baca juga: Daftar Nama Menteri Kabinet Kerja Jokowi)