"Enggak mungkin berjalan kaki. Bus sekolah untuk mengantar dan menjemput anak-anak di pos pengungsian ke sekolah," kata Rosmalia saat berbincang dengan CNN Indonesia, Rabu (29/10).
Kebanyakan dari anak-anak di lokasi pengungsian bersekolah di Kecamatan Brastagi, letaknya lebih jauh dari puncak Gunung Sinabung. Sementara mereka tinggal di Kecamatan Kaban Jahe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini pihak GBKP Kaban Jahe berusaha memfasilitasi anak-anak di pos pengungsian dengan menyediakan mobil antar jemput. Mobil tersebut dikemudikan oleh relawan gereja. Namun Ros menyesalkan sikap pemerintah yang seakan abai dengan situasi, kondisi, serta kebutuhan para pengungsi. Kebutuhan lain, Ros bertutur, yaitu biaya untuk melanjutkan di sekolah baru serta logistik sekolah seperti alat tulis dan baju seragam.
Sementara pos pengungsian yang dikelola pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo ada 12 titik. BPBD mencatat, hingga kini jumlah pengungsi sebanyak 3.287 jiwa. Mereka tersebar di Posko Tanggap Darurat KNPI, Posko Paroki, Posko Jalan Cane, dan Posko GBKP Asrama Kodim.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Karo Subur Tarigan Tambun, status Gunung Sinabung masih siaga. Mulut Gunung Sinabung terus memuntahkan abu vulkanik disertai dengan kepulan awan panas dan gempa hibrid serta tremor.