Kabinet Jokowi

Jokowi Lantik Andi Widjajanto Jadi Seskab

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 03/11/2014 07:32 WIB
Jokowi Lantik Andi Widjajanto Jadi Seskab Andi Widjajanto dilantik menjadi Sekretaris Kabinet, Senin (3/11). (Antara/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo akan melantik Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet pukul 08.30 WIB pagi ini, Senin (3/11). Andi merupakan mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK. Ia merupakan orang di lingkaran dalam Jokowi. Dia juga yang sebelumnya ditugaskan Jokowi untuk memanggil para calon menteri ke Istana untuk berbincang dengannya.

Andi tercatat sebagai dosen FISIP Universitas Indonesia. Ia pakar kajian strategis intelijen. Putra almarhum Mayjen TNI Theo Syafei itu dikenal memiliki hubungan cukup dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, seperti ayahnya yang juga dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam kampanye pemilu presiden, Andi berperan penting dalam menyusun konsep, termasuk dalam debat calon presiden. Latar belakangnya sebagai akademisi memudahkannya bekerja sebagai konseptor. Andi meraih gelar sarjana dari jurusan Hubungan Internasional FISIP UI dan School of Oriental and African Studies University of London. Ia meraih gelar Master oc Sciences dari London School of Economics dan Industrial College of Armed Forces, Washington DC.


Sebelum ditunjuk menjadi Sekretaris Kabinet, Andi justru menyatakan Jokowi akan menggabungkan jabatan Seskab dengan Menteri Sekretaris Negara yang dipegang Pratikno. “Presiden memilih meleburkan Sekretaris Kabinet ke Menteri Sekretaris Negara,” kata Andi, Senin pekan lalu (27/10).

Namun Kamis (30/10), Andi menyatakan ia telah ditetapkan sebagai Sekretaris Kabinet oleh Presiden Jokowi. Sekretaris Kabinet membawahi Sekretariat Kabinet dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Sekretaris Kabinet bertugas mempersiapkan segala keperluan kabinet, mengawal program pemerintah, dan mengevaluasi kinerja para menteri Kabinet Kerja.   

Andi menyatakan akan bekerjasama dengan Mensesneg untuk mewujudkan integrasi lembaga yang kuat namun tak tumpang tindih. Ini agar tak ada dualisme antara Mensesneg yang bertugas melayani Presiden sebagai kepala negara, dengan Seskab yang bertugas melayani Presiden sebagai kepala pemerintahan.