"Kalau menterinya baik dan integritasnya baik, pasti lapor. Sederhana saja menilai menteri. Jadi kalau dia enggak lapor, moralnya cacat. Apalagi buat jadi menteri, mending lehernya dipotong langsung," ujar Samad di Balai Kota, Jakarta, Kamis (6/11).
Kedatangan Samad di Balai Kota adalah untuk menghadiri acara "Semiloka Koordinasi Supersvisi (Korsup) Pencegahan Korupsi dan Rencana Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Makassar ini mengapresiasi langkah Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memerintahkan pejabat DKI Jakarta hingga level eselon IV untuk melaporkan hartanya kepada KPK. Padahal melaporkan harta hanya diwajibkan kepada pejabat hingga eselon II.
Hingga Kamis siang (6/11), telah ada empat menteri Kabinet Kerja yang melaporkan harta kekayaan. Mereka adalah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Kesehatan Nilla Moeloek, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.
Harta Yuddy yang dilaporkan ke KPK sebesar Rp 20 miliar terdiri dari rumah, alat transportasi, dan lainnya. Namun laporan harta Yuddy masih perlu diverifikasi KPK.