logo CNN Indonesia

Modernisasi Alutsista

Indo Defence, Diplomasi Perang RI untuk Damai

, CNN Indonesia
Indo Defence, Diplomasi Perang RI untuk Damai Replika peluncur roket yang dipamerkan pada Indo Defence 2014 Expo & Forum. (CNN Indonesia/Adi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau pameran Indo Defence 2014 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/11). Kehadiran Jokowi pada pameran pertahanan tahunan berskala internasional yang digelar Kementerian Pertahanan RI itu dua hari sesudah Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke sana.

Rabu (5/11), Kalla memberikan sambutan dalam pembukaan Indo Defence 2014 Expo dengan mengutip kalimat John F. Kennedy. Salah satu ucapan terkenal Kennedy adalah “It is an unfortunate fact that we can secure peace only by preparing for war.

“Untuk damai, bersiaplah untuk perang,” demikian ujar Kalla. Ia menegaskan, memiliki alat utama sistem senjata bukan berarti akan berperang. “Bukan berarti kita ingin saling perang dan saling bunuh. Tapi bagaimana kita menjaga perdamaian. Alat militer bukan hanya untuk berperang, tapi untuk menjaga negara,” kata dia.

Kalla mengingatkan pentingnya teknologi dalam industri pertahanan suatu negara. “Sekarang perang dimenangkan oleh yang punya teknologi, dan teknologi bukan hal mudah karena butuh riset dan biaya besar,” ujarnya.

Indo Defence 2014 Expo ini yang keenam kalinya dihelat Indonesia. Tahun ini ada sekitar 671 perusahaan produsen alutsista dari 56 negara yang berpartisipasi dalam pameran ini, termasuk 9 Badan Usaha Milik Negara dan 158 Badan Usaha Milik Swasta dari Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memantau Indo Defence 2014 Expo secara langsung. Selain melihat-lihat produk yang dipamerkan, Ryamizard juga menggelar berbagai pertemuan dengan delegasi-delegasi negara asing di sana.

Ryamizard menyatakan Indo Defence sesungguhnya strategi diplomasi RI untuk perdamaian. Menteri yang belum genap dua pekan bekerja usai dilantik itu berjanji untuk memperkuat pertahanan Indonesia. “Akan kami tingkatkan terus. Kami akan bekerja keras paling tidak sampai memenuhi 90 persen MEF (Minimum Essential Force),” ujar Ryamizard.

Panglima TNI dalam wawancara dengan CNN Indonesia beberapa waktu lalu menyatakan, kekuatan pertahanan RI saat ini baru 38 persen dari MEF. Ia berharap pemerintah Jokowi lima tahun ke depan dapat memenuhi MEF hingga 100 persen. “Masih ada satu periode lagi sampai 2019 untuk mencapai angka 100 persen,” kata dia.

Pada Indo Defence 2014 Expo, Moeldoko menyatakan pentingnya Indonesia memodernisasi peralatan tempurnya dengan alutsista berteknologi tinggi. “Supaya kita seimbang dengan negara-negara lain. Untuk balance of power,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pertahanan RI, Indonesia membeli alutsista produksi dalam negeri maupun luar negeri. Meski memborong pesawat tempur dari negara asing, Indonesia juga menggunakan produk PT Dirgantara Indonesia. Salah satu syarat yang diminta Indonesia dalam membeli produk asing adalah transfer teknologi.

Moeldoko dengan bangga lantas menyebut radar yang ia lihat di arena pameran. “Radar itu 80 persen dibuat di Indonesia. Kalau kita beli radar itu, kita melakukan transfer teknologi dan lama-lama bisa menguasai teknologinya,” kata dia.

Alutsista produksi dalam negeri yang juga dibanggakan adalah panser Anoa. “Panser Anoa itu bersaing. Teknologinya bagus,” kata Kalla. Anoa adalah kendaraan angkut personel produksi PT Pindad.

Selain Anoa, ada panser terbaru produksi Pindad yang dipamerkan di Indo Defence. Panser itu, oleh Kalla, secara spontan dinamai Badak. Kendaraan tempur itu merupakan hasil kerjasama Pindad dengan Cockerill Maintenance & Ingénierie (CMI) asal Belgia.

Pada Indo Defence 2014 Expo ini, Indonesia juga memborong sebelas helikopter Airbus, AS565 MBe Panther yang merupakan salah satu platform ringan/sedang anti-kapal selam terbaik di dunia. Sebelum diserahkan ke TNI Angkatan Laut dalam jangka waktu tiga tahun, helikopter-helikopter itu akan dipasok lebih dulu ke PT Dirgantara Indonesia untuk dipersenjatai dengan Helicopter Long Range Active Sonar dan sistem peluncur torpedo.

Indo Defence 2014 Expo menunjukkan betapa Indonesia terus membangun armada tempurnya. Seperti dikatakan Kalla, negeri ini harus siap berperang demi menjaga pertahanan dan keutuhan wilayahnya.

Baca: Jejak SBY Bangun Armada Perang
(agk)

0 Komentar
Artikel Terkait
Terpopuler
CNN Video