Indonesia diwakili oleh Pindad sedangkan Turki oleh FNSS. MoU ini terkait pembuatan dan pengembangan medium tank di Indonesia.
MoU ini ditandatangani oleh Ses Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Santoso dengan Head of International Cooperation Departement of SSM Ministry of Defence Turkey Abdullah Erol Aidin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, kerjasama pun telah dimulai dengan PT LEN utnuk pengembangan alat komunikasi perbatasan untuk menjaga seluruh wilayah perbatasan NKRI.
Bentuk kerja sama ini pun akan dilakukan selama tiga tahun kedepan yang diawali dengan dua prototype medium tank. Medium tank ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan di Indonesia seperti yang mampu berada di rawa dan laut. Beratnya sendiri sekitar 20-40ton, dan di lengkapi dengan canon berkaliber 90-105 mm.
"Spesifikasinya sendiri kami belum bisa menjelaskan lebih lanjut, yang pasti kami akan bentuk seperti aoa yang TNI inginkan," ujar Nail Kurt, CEO FNSS.