“Harganya di atas USD150 ribu tapi di bawah USD 300 ribu,” kata Dirut Danan Armaments Technology Dananjaya Trihardjo di JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (7/11).
Indonesia patut berbangga karena memiliki banyak perusahaan di industri persenjataan yang mampu membuat senjata yang mampui menarik perhatian internasional. Mulai dari PT Pindad dengan SPR 2nya, Indonesia juga memiliki PT Danan Armaments dengan Eli Gun nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah bisa membuat senapan mesin kerjasama antara Indonesia dan Italia. Eli gun ini dimaksudkan untuk keperluan militer," ujar Dananjaya.
Kemampuan Eli Gun sudah pernah diuji coba dengan dipasangkan ke helikopter. Proyeksi ke depan eli gun dapat juga diintegrasikan dengan kapal laut. "Ini bisa diintegrasikan ke helicopter Bolco dan rantis (kendaraan taktis). Ke depan sudah bisa diintegrasikan pada kendaran tempur termasuk kapal," terang dia.
Namun sayangnya, Eli Gun belum menjadi pilihan untuk ikut menjadi alat bantu pertahanan NKRI. Dananjaya mengaku, pihak TNI masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk memesan dan menggunakan Eli Gun ini. "TNI malah belum beli.”