“Hasil controlled delivery ini adalah yang terbesar. Dan teknik ini dilakukan pertama kali di BNN,” kata Anang, sebelum pemusnahan barang bukti tangkapan narkotika di area pembakaran sampah, Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jawa Barat.
Anang menjelaskan, controlled delivery merupakan teknik yang mengikuti para bandar, kurir ataupun pemakai yang selama ini dijadikan target operasi. Untuk tangkapan delapan ton ganja yang tertangkap di Pekanbaru tersebut, BNN mengaku telah mengikuti para tersangka sejak memuat kiloan ganja ke dalam kendaraan-kendaraan kecil di Sigli, Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang memastikan, pengiriman dengan jumlah yang sangat besar itu dilakukan oleh sindikat yang sudah lama wara-wiri di jalur perdagangan ganja. Petugas BNN pun terbilang mudah dalam melakukan penangkapan tiga orang tersangka. Alasannya, kala itu truk pengangkut ganja sedang dalam kondisi mogok. “Mereka ditangkap di sebuah restoran di Pekanbaru saat truk mereka mogok,” kata dia.
Selain melakukan pemusnahan narkotika jenis ganja dan sabu hasil tangkapannya, BNN juga memusnahkan barang bukti narkotika titipan dari BNNP DKI, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Adapun jumlah barang bukti yang dimusnahkan di antaranya sejumlah 3.6 kilo sabu; 30.7 kilogram ganja, 99 ¾ butir ekstasi, 1.3 kilo ekstasi, 114,8988 gram heroin, 1.464,7081 gram tablet Methamphetamine, 189,994 gram tablet Nimatezepam, dan beberapa jamu serta obat-obatan terlarang.