"Sangat welcome. Mari bersinergi dengan KPK berantas korupsi dengan cara-cara luar biasa," kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja kepada CNN Indonesia, Jumat (21/11).
Adnan mengatakan, KPK berharap Prasetyo bisa lebih tegas memimpin Kejaksaan Agung jika ingin serius menjalin kerja sama antarlembaga penegak hukum. Keseriusan itu perlu dibuktikan dengan "cara-cara luar biasa" dalam urusan kinerja dan disiplin pejabat Kejagung. "Target kinerja bawahan harus dilipatgandakan," kata Adnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Adnan, Wakil Ketua KPK Zulkarnain juga merespons baik niatan kerja sama Prasetyo dengan lembaga yang dipimpinnya. "Bagus kerja sama sesama penegak hukum, lebih substantif, transparan dan dinamis," kata komisioner KPK yang akrab disapa Zul, Jumat (21/10).
Terpilihnya Prasetyo menuai pro-kontra karena pelantikannya dianggap terlalu tergesa-gesa. Selain itu, latar belakang politisi yang melekat di diri Prasetyo dipandang menodai integritas seorang Jaksa Agung.
Apa mau dikata, figur yang disebut-sebut pesanan bos NasDem Surya Paloh itu kadung dilantik. Ketua KPK Abraham Samad bahkan tegas menyebut pilihan kepala negara itu sangat tidak tepat.
Samad menyayangkan presiden menunjuk figur dari partai politik untuk menampuk kepemimpinan di sebuah lembaga penegak hukum. "Karena politisi biasanya mempunyai konflik kepentingan. Kejaksaan Agung adalah institusi penegakan hukum yang memerlukan sosok yg independen dan berintegritas," ujarnya, Kamis (20/11).