“Kami akan melihat berapa nilainya proyek pengadaan ini. Kalau di atas Rp 100 juta, itu pasti harus melalui tender,” ujar Neta saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (23/11).
Dia menambahkan, pengadaan seragam militer di Indonesia memang biasanya dilakukan oleh PT Sri Rejeki Isman alias Sritex, yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah. Namun, untuk penggadaan seragam militer yang diberlakukan sejak dua pekan lalu, Neta mengaku IPW tidak pernah mendengar mengenai tender proyek pengadaan seragam yang dilakukan oleh Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan-jangan ada komisi proyek karena ada tender ini. Kita akan melihat, siapa-siapa saja yang ikut tender dalam proyek ini. Kemungkinan, pengadaan seragam brimob akan dijalankan melalui Korbrimob,” katanya.
Sutarman menjelaskan, penggunaan kembali pakaian loreng dilakukan sebagai bentuk rasa hormat terhadap para Anggota Brimob terdahulu. Seragam loreng tersebut sempat digantikan oleh seragam berwarna hitam.
"Pemakaian baju loreng juga ditujukan untuk meningkatkan kebanggaan Brimob," ujar Sutarman.