"Saya sudah dengar komentar teman-teman di provinsi dan kabupaten, mereka mengatakan menolak dengan tegas adanya presidium karena itu pelanggaran AD/ART," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/11).
Menurut Ahmadi, pihaknya akan mendiskusikan sanksi bagi para kader yang menjadi bagian dari Presidium tersebut. Karena pelanggaran yang dilakukan dinilai mencemarkan nama baik partai, kemungkinan besar sanksi yang akan diberikan adalah pemecatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmadi juga mengatakan calon-calon ketua umum yang berada di Presidium seharusnya mengikuti Munas IX nanti dan berkompetisi secara adil.
Sebelumnya diketahui Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono membentuk PPPG. Termasuk dalam Presidium tersebut adalah Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Thahari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Lauren Siburian, Yorrys Raweyai, Agun Gunanjar, dan Ibnu Munzi.
Agung juga langsung membentuk panitia munas tandingan. Ketua Mahkamah Partai Muladi ditunjuk sebagai ketua panitia penyelenggara Munas. Kemudian, Ibnu Munzir sebagai Ketua Steering Committee, dan Djasri Marin sebagai Ketua Organizing Committee.