"Jelas itu cara-cara penakut. Pertemuan DPD I dan DPD II di hotel Sultan hari ini adalah bagian dari desain untuk memenangkan Ical dengan cara cara yang tidak demokratis, melalui jalur aklamasi yang panitia dan pimpinan munas sudah ditentukan secara sepihak dan sudah diatur, persis seperti Rapimnas," kata Agun melalui pesan singkat, Rabu (26/11).
Dalam pandangannya, cara-cara seperti itu dilakukan Ical karena ingin menang dalam pertandingan tinju dengan mudah karena wasit sepenuhnya berpihak kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu harus disepakati susunan kepanitiaan dan materi munas yang tidak memihak calon tertentu. "Supaya saat munas DPP satu suara, tidak pecah seperti di rapimnas yang ribut sesama DPP. Jadi yang buat pecah dan rusuh itu siapa, diajak rapat, diajak dialog, diajak kompromi, semua ditolak, malah 'ngotot', dan sepihak memutuskan tanpa mendengarkan suara yang berbeda," kata Agun.