Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, nyaris berhasil mempersatukan dua kubu berseteru Agung Laksono-Aburizal Bakrie (Ical).
Akhirnya kubu Ical tetap akan menggelar Munas 30 November di Nusa Dua, Bali, tanpa menghiraukan Agung yang mengklaim tidak akan menginjakan kaki di pulau dewata saat Munas. Munas itu rencananya dibuka Minggu (30/11) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Coba baca: Hubungan Antara Munas Golkar dan Koalisi Merah Putih
"Aku sedang di Bali ini, sedang liburan bersama kawan-kawan juga," katanya, "Sudahlah, jangan tanya-tanya aku menginap dimana. Pokoknya di Bali."
Ia pun tak ingin menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana dan tempatnya menginap di Bali. Namun, tempat menginapnya tak menutup kemungkinan berada tak jauh dari tempat penyelenggaraan Munas Golkar di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.
Selanjutnya, tanpa diminta salah satu petinggi partai dengan lambang pohon beringin itu menggaris bawahi kemungkinan besar adanya kecurangan dalam penggelaran munas.
"Mau main aklamasi-aklamasi, sudah tidak zaman lagi," tegasnya.
Saat ditanya mengenai keberadaan Agung, ia mengatakan Agung tidak akan datang.
Pengamanan
Melihat adanya indikasi kerusuhan akibat dua kubu seteru di partai kuning, pihak kepolisan dari Polda Bali mengerahkan 451 aparat gabungan untuk berjaga-jaga. Seperti dikutip dari Detik.com, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Ronny F Sompie menyatakan anggota gabungan itu juga didukung dari Kodam Udayana dan TNI lainnya.
Tak hanya itu, empat lapis keamanan telah dibuat oleh panitia di area Nusa Dua Bali.
Hingga berita ini diturunkan, atribut Partai Golkar telah menghiasi titik-titik keramaian di Bali. Tak hanya itu, atribut Partai Golkar bahkan sudah terlihat sejak keluar dari Bandara Ngurah Rai hingga kawasan Nusa Dua, Bali.