Nurdin, yang selama ini dikenal dekat dengan Ical balik mempertanyakan rekaman tersebut ketika ditanya wartawan. “Mana rekamannya, mana,” kata Nurdin di area Munas Golkar IX di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Senin (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin membantah bahwa kubunya membuat pasal 22 sebagai upaya untuk memenangkan Ical. “Nggak ada itu,” ujar Nurdin yang juga menepis ada upaya mengkondisikan DPD untuk memenangkan Ical. “Oh tidak.”
Menurut Agun memang ada skenario sistemik mulai kegiatan forum konsultasi nasional di Bandung, Rapimnas di Yogya, yang diawali juga dengan pertemuan satu hari sebelum rapim di Bali. “Berlanjut Munas Bali, yang dua hari sebelumnya DPD I kembali secara nasional koor dukung ARB di Hotel Sultan, lalu pengambilan keputusan yang dipaksakan dalam setiap forum,” kata Agun dalam pernyataannya di BlackBerry Messenger, hari ini, Senin (1/12).
Agun dalam pesannya menambahkan, “Bahwa itu semua terbukti adanya skenario jahat merampas kedaulatan partai.”