“Mulai terkuak bahwa dugaan kami selama ini benar. Mereka (kubu Ical) mengelola partai dengan otoriter, meraih kekuasaan untuk mengamankan kepentingan partai,” kata anggota Presidium Penyelamat Golkar, Yorrys Raweyai, di Jakarta, Selasa (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical mengaku telah mengantongi dukungan suara dari 248 Dewan Pimpinan Daerah Golkar I (tingkat provinsi) dan II (kabupaten/kota). Total pemegang hak suara di Munas berjumlah 560. Di tangan merekalah ketua umum Golkar akan ditentukan.
Jalan Ical untuk kembali menduduki kursi nomor satu Golkar pun ibarat jalan tol bebas hambatan. “Sepertinya semua DPD I dan II Golkar seratus persen menerima laporan pertanggungjawaban Ical. Kegagalan Ical dalam Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tidak mengurangi keberhasilannya,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung.
Munas bahkan diprediksi selesai lebih awal dari jadwal semula pada Kamis (4/12) bila langkah Ical semulus ini. Namun di Jakarta, Presidium menyatakan menolak Munas dan seluruh hasilnya. Mereka siap bertempur melawan Ical, bahkan meminta Ical sekalian saja membentuk partai baru.
Golkar di ambang perpercahan. Pohon beringin tua itu diterpa angin ribut. Perselisihan internal Golkar amat mungkin bakal berlangsung lama.