"Waktu itu saya khawatir kalau Pak Jokowi jadi Presiden, maka dia kan berhenti jadi pasangan saya. Jadi saya pikir, saya cari, yang cocok dan mirip Pak Jokowi siapa? Ya Djarot," kata Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Pimpinan Pusat PDIP sebelumnya memang menggadang dua nama untuk dimajukan sebagai wakil Ahok, yakni Boy Bernardi Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat. Sementara DPD PDIP Jakarta cenderung memilih Boy karena putra mantan gubernur Jakarta Ali Sadikin itu banyak berjasa dalam tim pemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012. Boy yang menjabat Ketua DPD PDIP DKI Jakarta juga dianggap berhasil membuat PDIP menang pilkada, pileg, dan pilpres di Jakarta.
Surat rekomendasi Djarot sebagai calon wakil gubernur Ahok dari DPP PDIP bahkan diantar ke Balai Kota DKI Jakarta oleh Boy, Rabu (3/12). Menerima surat tersebut, Ahok merasa senang. Ia akan melayangkan surat usulan calon wakil gubernur Jakarta ke Kementerian Dalam Negeri sebelum tenggat waktu Sabtu (6/12).
Restu PDIP kini menjadi krusial bagi Ahok. Pasca sang gubernur keluar dari Gerindra, ia kehilangan dukungan dari Koalisi Merah Putih di DPRD DKI Jakarta. Pengumumannya sebagai Gubernur Jakarta di rapat paripurna istimewa DPRD DKI bahkan diboikot oleh KMP. Namun berkat dukungan Koalisi Indonesia Hebat dengan PDIP sebagai pusatnya, Ahok tetap melenggang ke kursi gubernur.