Direktur Utama Balai Pustaka, Saiful Bahri, mengatakan buku-buku itu akan didistribusikan ke 9.060 sekolah. "Mudah-mudahan akhir tahun ini buku sudah selesai didistribusikan. Semoga pada Januari 2015, buku sudah ada di tangan siswa" kata Saiful di PT Balai Pustaka, Jakarta, Kamis (4/12).
Untuk memenuhi target produksi dan distribusi itu, Saiful menjelaskan, Balai Pustaka akan mengajak lima percetakan lainnya, seperti PT Glori (Cikarang), PT Sindur (Solo), Percetakan Cahaya (Kapuk), Percetakan Kharisma (Depok) dan Percetakan Balai Pustaka untuk membuat konsorsium.
Untuk semester 2 ini, Balai Pustaka mencetak buku untuk SD dan SMP yang ditujukan untuk para guru dan siswa. "SD ada 32 judul, SMP 11 judul. Untuk SD bukunya tematik dan untuk SMP buku pelajaran biasa, seperti Matematika, IPA, Penjaskes, Seni Budaya, dan sebagainya," papar Saiful.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi distribusi buku semester satu yang mengalami keterlambatan hingga saat ini, Balai Pustaka optimis hal itu tidak akan terjadi lagi. Saiful yakin, kendala tidak akan terjadi pada semester dua, mengingat adanya perbedaan anggaran yang digunakan untuk mencetak buku.
Terkait kendala yang dialami percetakan, Saiful mengungkapkan, kendala terbesar dialami di suplai bahan baku. Saiful mengaku, hal ini masih bisa diatasi sehingga distribusi buku akan sesuai dengan target yang telah ditentukan. "Ini dapat kita antisipasi, karena hanya masalah load pengiriman yang bersamaan. Solusinya mengejar ketertinggalan, kita produksi 24 jam," katanya.
Saiful menambahkan, faktor bencana alam dan cuaca juga turut menjadi kendala dalam proses distribusi. "Kemarin ada tanah longsor di Labuan Batu. Mudah-mudahan sudah dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu pengiriman. "Yang jauh-jauh kami prioritaskan lebih dulu," tukasnya