"Saya ingin tahu dan diskusi, di mana sih letak-letak layanan penanganan masalah TKI yang dianggap KPK potensial untuk dijadikan lahan korupsi. Di lembaga ini (BNP2TKI) harus birokrasinya efisien dan kredibel serta akuntabel," ujar Nusron di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/12).
Nusron mengatakan, salah satu potensi korupsi yang pernah disebut oleh KPK adalah adanya pungli di bandara. "Dulu keluhannya kan masalah 'Selapajang' di Bandara Soekarno-Hatta. Banyak pungli di situ. Kemudian ditutup atas rekomendasi KPK," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dia menceritakan ihwal pemberantasan pungutan liar di Terminal III Bandara Soekarno Hatta tersebut. "Sekarang Terminal III itu sudah tidak ada, semua TKI bebas keluar sesuai dengan kehendaknya kecuali TKI yang transit," katanya memastikan.
Merujuk data BNP2TKI, jumlah TKI yang pulang ke Indonesia sejak Juli hingga September 2014, yakni sebanyak 60.397 jiwa. Mereka pulang dari sejumlah negara Timur Tengah, Singapura, Malaysia, dan negara lainnya. Kepulangan mereka melalui 13 pintu kepulangan. Belasan pintu tersebut di antaranya BPK TKI Selapajang Tangerang, Terminal 2 Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ahmad yani, Tanjung Pinang, Bandara Internasional Lombok Mataram, Bandara Adi Soetjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Entikong Kalimantan Barat, Bandara Nunukan, Bandara Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Kualanamu Medan.