“Tantangan ke depan duet Ahok dan Djarot adalah gimana mereka bisa mengelola kekuatan politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)," kata Siti Zuhroh, pengamat politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok sendiri telah mengutarakan keinginannya sejak lama 'meminang' Djarot sebagai wakilnya. Ahok mengatakan pihaknya telah lama mengenal kinerja Djarot semenjak menjabat walikota Blitar.
Akhirnya, surat persetujuan sudah diterima Ahok dan dengan demikian Djarot akan segera dilantik sebagai cawagub sebelum 20 Desember ini.
Siti mengapresiasi positif duet Ahok dan Djarot tersebut. Dia menilai keduanya sudah memiliki kecocokan dan visi misi serupa yang memudahkan mereka untuk membangun DKI Jakarta bersama.
“Kalau melihat sosok Djarot juga gaya kepemimpinannya bagus, tidak pernah konflik dengan DPRD dan juga masyarakatnya,” kata Siti.
Meski demikian, dia melihat keduanya perlu segera membangun pola relasi antara eksekutif di daerah dengan pihak DPRD DKI Jakarta. “Penting supaya bisa harmonis dan melancarkan kinerja keduanya.” kata dia.
Hal tersebut, katanya, terutama karena DPRD berkaitan dengan penggunaan anggaran. “Penyerapan anggaran di DPRD masih rendah. Kalau tidak bisa menjembatani ketegangan, bagaimana program program pemprov bisa dijalani,” kata dia menutup pembicaraan.