Desakan itu dicetuskan oleh Koalisi Anti-Mafia, mereka meminta Jokowi untuk terjun langsung ke lapangan untuk melihat karut marutnya sektor mineral dan batu bara. Koalisi yang terdiri dari 58 lembaga swadaya masyarakat itu mengampanyekan hashtag, atau tanda pagar, #BlusukanTambang bagi Jokowi.
"Kami mendesak agar Jokowi melihat langsung kondisi Minerba di lapangan. #BlusukanTambang adalah bentuk kampanye kami agar Jokowi blusukan," kata koordinator Publish What You Pay (PWYP) Maryati, salah satu anggota Koalisi Anti-Mafia Tambang, di Jakarta, Ahad (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, seluas 1.372 juta hektare izin tambang berada di kawasan hutan konservasi. Luasan itu mencakup 1,16 juta hektare izin pinjam pakai kawasan hutan (IIPKH) untuk IUP, 110,21 ribu hektare untuk Kontrak Karya (KK), dan 101,99 ribu hektare untuk Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) berada di kawasan Hutan Konservasi.
Maryati beranggapan, pemerintah selaku pemberi izin harus segera menghentikan atau mencabut izin pada IUP bermasalah. "Jadi kami harap persoalan ini terurai setelah Jokowi mau melakukan kampanye #BlusukanTambang," ujarnya.