"Dalam konstitusi bukan cuman hak, tapi ada kewajiban juga, sering orang lupakan itu," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (09/12).
Menurut mantan Ketua Umum Golkar itu, terdapat perbedaan antara menjaga hak asasi dan penegakan hukum, "Katakanlah memang hak kita mengeluarkan pendapat, tapi keluarkan pendapat itu tidak boleh melanggar hukum," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kasus HAM memang masih menjadi sorotan di Indonesia, salah satunya penyelesaian kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, kasus Talang Sari, Semanggi I dan Semanggi II, dan sejumlah kasus lain.
Menurut Prasetyo, penyelesaian kasus HAM bukan perkara mudah. Butuh waktu untuk melengkapi bukti dan unsur pelanggarannya. "Kalau tidak (lengkap), apa gunanya (perkara) diajukan," kata dia.
Beberapa kendala yang dihadapi selama ini adalah mencari saksi dan pelaku.
Sebelum dilantik sebagai Presiden, Joko Widodo berjanji akan menyelesaikan kasus HAM masa lalu. Jokowi pernah didesak menerbitkan keputusan presiden tentang pembentukan Pengadilan HAM ad hoc untuk tujuh berkas pelanggaran HAM berat yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung. Hingga kini, hal tersebut belum terealisasi.
Hari HAM Internasional diperingati setiap tanggal 10 Desember.