"Ini (Paniai) kan daerah rawan. Ada kemungkinan OPM (Organisasi Papua Merdeka)," ujar Fuad di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (11/12).
Fuad menuturkan pada hari penembakan itu terjadi, suara tembakan pertama kali terdengar dari sebuah gunung yang berada di belakang kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Setelah itu, warga kemudian berdatangan ke arah aparat keamanan dengan membawa senjata seperti panah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah benar korban terkena tembak dari senjata aparat, nanti terjawab setelah penyelidikan selesai," ucapnya. Fuad berjanji, jika pelaku penembakan terbukti merupakan anggota TNI, lembaganya akan mengambil tindakan keras.
Sebelumnya di tempat yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku heran dengan stigma yang diberikan publik kepada aparat keamanan. Menurutnya, kalau ada rakyat terkena tembakan, TNI/Polri selalu dianggap melangggar HAM. Sebaliknya, jika aparat TNI/Polri tertembak, warga tidak disebut pelanggar HAM. "Itu melanggar HAM juga. Sama-samalah," katanya.