Anggaran tak terprediksi ini, kata Andyka, jumlahnya sangat besar. Untuk satu SKPD di DKI Jakarta, nilainya bisa mencapai puluhan miliar. “Bahkan kalau dijumlah seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bisa mencapai ratusan miliar, ini yang berbahaya sebab duitnya melekat pada tiap SKPD,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Andyka, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek meyakini tidak ada lagi pemborosan anggaran di akhir tahun. Terbitnya surat edaran dan larangan tidak menyelenggarakan lagi kegiatan rapat atau seminar di hotel, adalah lantaranya.
Permasalahan mencuat ketika Gubernur DKI Jakarta berang dengan munculnya banyak iklan SKPD DKI Jakarta di televisi. Ahok -begitu panggilan akrab sang gubernur- menuding pemasangan iklan SKPD DKI Jakarta hanyalah modus belaka untuk menghabiskan duit pemerintahanya di akhir tahun agar terkesan penyerapan anggaran berjalan dengan baik.
Namun belakangan saat ditanya wartawan apakah ia akan menjatuhkan sanksi buat SKPD yang mecoba beriklan di televisi itu, Ahok mengatakan tidak ada sanksi khusus terhadap tindakan tersebut. "Ya sudah kami kasih tahu untuk disetop aja," katanya.