Dok. https://commons.wikimedia.org |
"Awalnya mereka berkenalan di media sosial. Lama-kelamaan mereka kopi darat," ujar Benny kepada CNN Indonesia di Gedung Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modus menawarkan pekerjaan maupun pinjaman uang kepada target, dikatakan Benny, juga menjadi salah satu cara ampuh bagi mereka mendekati warga Indonesia. Ketika hubungan mereka telah akrab, barulah sang perekrut melancarkan muslihatnya.
Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana UI ini juga menambahkan, sebagian kurir perempuan terpaksa menuruti perintah sindikat karena tak mampu mengembalikan uang pinjaman yang mereka terima.
Selain menebar jaringannya di dunia maya, sindikat internasional juga diketahui kerap melakukan penarikan kurir melalui sistem tatap muka. Menurut Benny, perekrutan biasa terjadi di Victoria Park, Hong Kong, dan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.
"Taman Victoria dipilih karena merupakan pusat berkumpulnya tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Sementara itu, Jalan Jaksa juga menjadi target karena di sana sentra hiburan malam para ekspatriat," kata Benny.
Dok. https://commons.wikimedia.org