"Karena di Bali banyak nilai-nilai kearifan lokal yang bisa diadaptasi dalam pencegahan korupsi," kata Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Pribowo di kantornya, Kamis petang (11/12).
Johan mengatakan, penanaman nilai-nilai antikorupsi di lingkungan keluarga sangat penting mengingat pendidikan paling mendasar bisa diperkuat jika mendapat dukungan dari kerabat. Pencegahan korupsi berbasis keluarga diharapkan mampu membangun komunitas dan budaya antikorupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program ini tercipta setelah kami berkaca pada banyaknya kasus yang melibatkan hubungan suami-istri, anak-bapak, yang menunjukkan bahwa perilaku koruptif merongrong hubungan kerabat di dalam keluarga," ujar Johan.
"Salah satu tokoh yang kami rujuk di sana adalah Menteri Agama era Soekarno, Mohamad Rasjidi," kata Johan. "Tapi itu hanya satu pertimbangan dari banyak hal."
Johan belum memetakan wilayah mana saja akan menjalankan program proyek antikorupsi berbasis keluarga selain Yogyakarta dan Bali. KPK masih menanti buah dari bibit yang ditanam saat ini. "Tentu nantinya kami aan kembangkan ke tempat-tempat lain," katanya.