"Di antaranya perlindungan buruh migran di luar negeri, komitmen untuk mengentaskan pekerja anak, perbaikan hubungan industrial yang ada di Indonesia, dan peningkatan produktifitas pekerja," kata Hanif di Jakarta, Kamis (11/12).
Hanif menjelaskan, persoalan buruh migran menjadi masalah yang sangat penting untuk dibahas. Pasalnya, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mulai berlaku tahun 2015.
"Setiap negara memiliki peraturan berbeda untuk buruh migran. Kami minta ILO menjamin perlindungan bagi mereka," ujar Hanif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guy Ryder menyampaikan harapan agar komunikasi dan hubungan sosial antara pekerja dan pengusaha dapat berjalan baik dalam forum bipartit maupun tripartit. Komunikasi dan hubungan sosial dikatakan telah menjadi kunci menyelesaikan berbagai masalah perburuhan di beberapa negara di dunia.
Untuk menyambut pasar bebas ASEAN, Hanif dan Ryder berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktifitas pekerja di Indonesia.