"DKI di Anker Bir ada saham 20 persen," kata pria yang akrab disapa Ahok ini, Jumat (12/12) di Jakarta.
Ahok tak mengingkari hal ini lantaran pada kenyataanya memang bir punya pasar tersendiri, ada yang membutuhkan. Bir dinilainya bukan jenis minuman keras (miras). Bir dijual legal di beberapa tempat yang sudah mengantongi izin. Selain hanya dijual untuk orang dewasa, Ahok menilai wisatawan asing sangat membutuhkan bir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang tengah marak saat ini banyaknya pembuatan miras oplosan. "Justru mesti ketat. Jangan biarkan orang di kampung-kampung bisa produksi," tegasnya.
Sementara mayoritas pemegang saham dimiliki oleh San Miguel Malaysia (L) Private Limited sebesar 9,3 juta lembar saham atau 58,33%. Sedangkan saham Delta Djakarta yangb dimiliki publik sebesar 2,4 juta saham atau setara 15,42%.
Dengan kepemilikan saham 26.25 persen, Pemprov DKI tahun lalu berhak menerima deviden sebesar Rp 47,84 miliar dari total saham perusahaan Rp 208 miliar.
Pemprov menanam saham di Delta sejak tahun 1960-an. Saat itu ada nasionalisasi besar-besaran terhadap perusahaan asing. Delta Djakarta termasuk salah satu perusahaan asing yang dinasionalisasi.
Selain Anker Bir, PT Delta Djakarta juga memproduksi minuman merek Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih. Perusahaan ini juga memproduksi minuman non alkohol bermerek Sodaku dan Soda Ice.