"Tidak ada ongkos khusus sebetulnya. Karena toh sebetulnya kita kembali ke pola lama saja," kata Anies kepada CNN Indonesia usai acara diskusi bertajuk Mencari Kurikulum Yang Maksimum, di Menteng, Jakarta, Sabtu (13/12).
Dalam diskusi, Anies memaparkan, dari anggaran pendidikan di Indonesia tahun 2014 yang sebesar Rp 409 triliun, dana yang ditransferkan ke daerah lebih besar dibanding dengan yang dikelola oleh Kementeriannya. "Transfer ke daerah Rp 254 triliun, yang dikelola Kemendikbud Rp 46 triliun," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya beberapa yang sudah menjalankan itu. Nah, tentu kalau ini dihold dulu, cost biaya yang dikeluarkan itu hanya untuk proses-proses yang sudah berlangsung seperti pencetakan buku, pelatihan guru, dan segala macam," kata Nico.
Berkenaan dengan kisruh kurikulum 2013 yang terjadi saat ini, Nico mengatakan, hampir setiap tahun ada masalah pendidkan yang mencuat ke permukaan. Permasalahan itu pun, menurutnya, bersifat klasik dan administratif.
Karenanya, Nico menilai, jika pemerintah dan politisi mau benar-benar serius menempatkan pendidikan sebagai masalah yang strategis dan sangat penting, semestinya pemerintah dan politisi memperhatikan tidak hanya dari perspektif anggaran, tetapi juga dari perspektif infrastruktur pendidikan. "Kemudian guru-gurunya, kemudian bagaimana keterlibatan masyarakat, dan seterusnya," ujarnya.