"Dari 20 orang yang tewas, 16 sudah teridentifikasi dan 4 orang belum dapat diidentifikasi," ujar Kepala Pusat data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo melalui pernyataan kepada CNN Indonesia, Minggu (13/12). Korban tewas tersebut merupakan warga Kecamatan Karangkobar dan warga Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara.
Lebih jauh, sejumlah 1.250 personil tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga, TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan dikerahkan untuk mencari korban lain.
"Pencarian korban akan mulai dilakukan dengan 10 alat berat dari Kementerian PU," ujar Sutopo. Hal tersebut dilakukan guna mengeruk material longsor yang menutupi ruas jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada Kamis petang (11/12), hujan deras terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara termasuk Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar. Selang satu hari, tanah mulai tidak stabil dan terjadi longsor, pada Jumat (12/12), pukul 18.00 WIB. Sejak saat itu, tim mulai melakukan pencarian korban.
1. Ruliah (30) warga Kecamatan Karangkobar
2. Joko Adi Purnomo (18) warga Desa Gumelar, Kecamatan Karangkobar.
3. Misman (25) warga Desa Gumelar, Kecamatan Karangkobar.
4. Sukirno (20)
5. Bahrun (70) warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar
6. Tutur (30) warga Desa Grogol
7. Hadi (60) warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar
8. Hendi Bin Ahmad (9) warga Genting
9. Munawar (80) warga Genting
10. Ikhwan (30) warga Genting
11. Klimah (33) warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar
12. Endar (11) warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar
13. Sukamto (36) warga Binangun
14. Anak Andri
15. Sunari (50) warga Dusun Jemblung